Pengacara Bantah Soenarko Terlibat Rencana Merusuh di Aksi Mujahid 212

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 09 Okt 2019 20:13 WIB
Eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)


Ia menyebutkan, pertemuan itu dihadiri oleh sekitar 15 orang. Selain Soenarko, Mulyono menyebut kehadiran Lakda (Purn) Sony Santoso dalam pertemuan itu.

"Pak Sri Bintang nggak hadir di situ. Yang ada itu Pak Slamet, saya dan lain-lain ada yang dari UI, Pak Narko, Pak Sony ada juga beberapalah orang, antara 10-15 orang," ucapnya.


Di tengah pertemuan itu, lanjutnya, Soenarko menanyakan apakah di antara mereka ada yang bisa membuat 'petasan'. Petasan yang dimaksud adalah sebuah bom.

"Begitu di dalam pembicaraan itu Pak Narko nanya 'ada yang bisa bikin petasan nggak'. Terus kebetulan saya bertiga sama Laode sama Heriawan. Heriawan bilang 'Laode Sugiyono bisa bikin'. Heriawan itu sebenernya masuk di tim kita di majelis, tapi dari 02. Dia nyusup masuk seolah-olah mau belajar Pancasila. Nah pada saat itu dipanggillah Laode Sugiyono," tuturnya.

"Itu saya dengar dari jauh aja mereka bicara, Sugiyono bilang 'bisa, saya pengalaman di Ambon bisa' sehingga dia bilang ada saudara-saudaranya juga. Udah sejak itu selesai," katanya.
Halaman

(idh/fjp)