detikNews
2019/10/08 22:00:40 WIB

Round-Up

Ramai Diburu, Isu Harta Karun Sriwijaya Disebut Tipu-tipu

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ramai Diburu, Isu Harta Karun Sriwijaya Disebut Tipu-tipu Kapolres OKI AKBP Donni Eka saat mendatangi lokasi warga mencari harta karun Kerajaan Sriwijaya pada Minggu (6/10/2019). (Dok. Polres OKI))
Ogan Komering Ilir - Warga Ogan Komering Ilir (OKI) di Sumatera Selatan geger atas penemuan harta karun diduga bekas peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Polisi yang mengecek ke lokasi menyebut penemuan harta karun itu hoax.

Lokasi perburuan harta karun Kerajaan Sriwijaya itu berada di lahan bekas kebakaran hutan. Lokasi berburu harta karun itu tepatnya berada di lahan kosong yang kini sudah dibuat kanal seluas 500 hektare.

Salah satu warga yang ikut berburu harta karun, Denni, mengatakan penemuan harta itu sebenarnya pernah terjadi saat lahan yang terbakar pada 2014 dan 2015 padam. Saat itu, air sungai di lokasi surut, sehingga warga disebutnya tak sengaja menemukan emas.

"Puncak pencarian itu 2015 dan sudah banyak yang menemukan emas, kendi, guci, sama perhiasan lain. Ukiran atau motif. Kata peneliti itu adalah peninggalan Kerajaan Sriwijaya," tutur Denni.


Perburuan harta karun itu pun kini makin marak. Warga berebut harta karun berbentuk cincin, emas, guci, dan benda-benda purbakala lainnya yang diduga bekas peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Maraknya pencarian harta karun diduga peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya ini membuat Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) Sumbagsel di Jambi menurunkan tim ke lokasi.

"Kami sudah mendapatkan informasi itu. Rencana kalau tidak besok ya hari Senin ini tim akan turun ke lokasi," kata Kepala BPCB Jambi, Iskandar M Siregar, Sabtu (5/10/2019).

Menurut Iskandar, tim akan memastikan ada-tidaknya temuan terbaru terkait jejak Kerajaan Sriwijaya. Sebab, pencarian di lokasi, disebut sudah dilakukan sejak 2015.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com