PAN ke Jokowi yang Masuk 50 Muslim Berpengaruh: Tuntaskan Persoalan Papua

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 06 Okt 2019 10:08 WIB
Wasekjen PAN Saleh Daulay (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali masuk deretan 50 daftar tokoh muslim berpengaruh di dunia dan posisinya naik dari ke-16 menjadi ke-13. PAN punya pesan khusus kepada Jokowi terkait hal ini.

"Sangat layak diingatkan agar keberpihakan Presiden Jokowi pada pemberdayaan umat Islam dan bangsa secara keseluruhan semakin baik. Karena bagaimanapun, peringkat tokoh berpengaruh itu diyakini diperoleh dari hasil riset terhadap realitas sosial-politik yang ada di Indonesia," kata Wasekjen PAN Saleh P Daulay, Sabtu (5/10/2019) malam.



Dia mengatakan jangan sampai kenaikan peringkat Jokowi dalam deretan tokoh muslim berpengaruh di dunia justru tak sesuai dengan kondisi di Tanah Air. Jokowi juga diharapkan semakin berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

"Dalam hal ini, perhatian terhadap kemerdekaan Palestina, kekerasan terhadap suku Rohingya dan juga kekerasan terhadap muslim Uighur harus menjadi perhatian utama Presiden Jokowi. Sebagai tokoh yang dinilai berpengaruh, Jokowi diyakini mampu memainkan peran penting dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di pentas politik global," tuturnya.

Saleh menilai ikut berpartisipasi menjaga perdamaian dunia merupakan amanat konstitusi. Oleh sebab itu, Jokowi, yang bergelar salah satu tokoh muslim berpengaruh, harus ikut berpartisipasi aktif agar kekerasan dapat berakhir.

Jokowi juga diminta menyelesaikan masalah di dalam negeri, seperti persoalan Papua. Menurutnya, pada titik tertentu, persoalan Papua bakal menjadi sorotan dunia, apalagi Jokowi merupakan salah satu tokoh muslim berpengaruh.

"Presiden Jokowi dituntut untuk menyelesaikan persoalan di Papua dengan baik. Sebab, pada titik tertentu, persoalan papua ini pasti akan diperhatikan oleh dunia. Tentu sangat tidak baik jika Jokowi dianugerahi tokoh berpengaruh dunia, sementara persoalan di tanah air tidak bisa diselesaikan dengan baik," tuturnya.

"Anugerah tokoh berpengaruh itu kan mengikat. Setidaknya, mengikat agar Jokowi semakin baik dalam melayani masyarakat dan menjaga perdamaian," sambungnya.



Jokowi kembali masuk daftar 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Penyelenggara daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia ini adalah Pusat Studi Strategi Islam Kerajaan (The Royal Islamic Strategic Studies Centre/RISSC) yang merupakan lembaga riset independen yang terafiliasi dengan Institut Aal Al Bayt Kerajaan untuk Pemikiran Islam, yang berkedudukan di Amman, Yordania.

Buku 'The Muslim 500: The World's 500 Most Influental Muslims 2020' itu didapat dari situs resmi The Muslim 500, seperti diakses detikcom, Sabtu (5/10). RISCC menyatakan pemilihan orang dalam publikasi daftar 500 tokoh muslim berpengaruh ini bukan berarti dalam rangka mendukung pandangan mereka. RISCC hanya mengukur sejauh mana pengaruh dari orang-orang tersebut.

Jokowi dalam buku ini menempati urutan ke-13. Dalam daftar 500 Muslim Dunia Paling Berpengaruh Tahun 2019, Jokowi berada di urutan ke-16, yang artinya Jokowi naik tiga peringkat pada 2020. (haf/haf)