Balai Arkeologi soal Harta Karun Sriwijaya Usai Karhutla: Pencarian Sejak 2015 - Halaman 2

Balai Arkeologi soal Harta Karun Sriwijaya Usai Karhutla: Pencarian Sejak 2015

Raja Adil Siregar - detikNews
Sabtu, 05 Okt 2019 11:30 WIB
Kerajaan Sriwijaya (Foto: dok. Istimewa)
Kerajaan Sriwijaya (Foto: dok. Istimewa)


Budi menyebut tim dari Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) Sumbangsel yang berkantor di Jambi pun sudah ke lokasi. Saat itu tim peneliti membeli beberapa hasil temuan warga, salah satunya yaitu batu prasasti.

"Jadi kalau saya bisa review itu awalnya di 2015 akhir. Saya lagi survei di Cengal dan dapat kabar banyak sekali yang cari itu. Awalnya yang ditemukan tiang-tiang rumah, peralatan rumah tangga sampai emas dan manik-manik, termasuk juga baru prasasti," kata Budi.



Khusus untuk batu prasasti, disebut Budi berukuran setapak tangan orang dewasa dengan ukiran kuno. Batu itu diduga kuat berasal dari Kerajaan Sriwijaya yang juga bercerita tentang perjalanan suci.

"Kami menyebut itu Sidhayatra, atau bisa disebut dengan Perjalanan Suci Kerajaan Sriwijaya. Kalau batu prasasti penemuan di 2015 dan tahu siapa yang nyimpan, itu kita minta diamankan dulu sama BPCB," kata Budi.

"Di situ tidak disebutkan waktunya kapan ditulis. Tetapi yang jelas ada cerita masa Kerajaan Sriwijaya dari Abad 7-11," tegas Budi.

Batu prasasti itu, kini sudah diamankan BPJB. Termasuk beberapa manik-manik yang berkaitan dengan sejarah Sriwijaya dan sebelum Sriwijaya.

Untuk diketahui, warga Cengal kini mulai beramai-ramai berburu harta karun di Sungai Jeruju, Cengal, OKI. Para pencari harta karun mengaku menemukan emas dan barang-barang tua dari peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Tidak tanggung-tanggung, para pemburu mengaku bisa mendapat emas antara 5-6 gram/hari. Jika memiliki motif dan nilai sejarah, emas bisa dihargai oleh pembeli antara Rp 50-60 juta.
Halaman

(ras/knv)