detikNews
2019/10/04 15:00:53 WIB

Pemkab OKI Tak Bisa Larang Pemburu Harta Karun Sriwijaya di Bekas Karhutla

Raja Adil Siregar - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pemkab OKI Tak Bisa Larang Pemburu Harta Karun Sriwijaya di Bekas Karhutla Warga saat berburu harta karun sisa Kerajaan Sriwijaya. (Foto: Istimewa)
Palembang - Perburuan harta karun sisa Kerajaan Sriwijaya di lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terus dilakukan ketika musim kemarau. Apa respons dari Pemkab OKI?

"Pencarian itu harta karun itu udah lama dilakukan. Tetapi memang selalu ramai saat musim kemarau dan karhutla saat ini," ujar Kabag Humas Pemkab OKI, Adi Yanto, saat dimintai konfirmasi, Jumat (4/10/2019).

Dikatakan Adi, perburuan harta karun di daerah Cengal sudah terjadi sejak 2015. Namun, saat musim kemarau, harta karun berupa emas, kendi, akan muncul ke permukaan karena air surut.


"Kalau kemarau pasti banyak yang cari dan dirikan tenda di lokasi. Kami pihak pemkab nggak bisa apa-apa, melarang juga tidak bisa. Hanya minta ke seluruh masyarakat untuk melaporkan temuan," katanya.

Sementara Kabid Kebudayaan Disbudpar OKI, Nila Maryati, mengaku barang-barang bersejarah itu ditemukan bukan hanya di daerah Cengal, tetapi ada juga di daerah Tulung Selapan dan Air Sugihan.

"Bukan hanya di Cengal, Tulung Selapan dan Air Sugihan juga pernah. Itu wilayah pesisir timur OKI udah sering ditemukan benda-benda bersejarah," tutur Nila ketika dimintai konfirmasi terpisah.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com