Videonya Viral, Mahasiswa Unindra Ungkap Pemukulan Diduga oleh Polisi di Demo

Videonya Viral, Mahasiswa Unindra Ungkap Pemukulan Diduga oleh Polisi di Demo

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 03 Okt 2019 13:39 WIB
Ilustrasi aksi demonstrasi di depan gedung DPR. (Rengga Sancaya/detikcom)
Ilustrasi aksi demonstrasi di depan gedung DPR. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Salah seorang mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Ahmad Ghifari Hanif, menjadi korban penganiayaan polisi saat demo. Akibat penganiayaan itu, Ghifari mengalami beberapa luka memar di punggung dan tangan.

Kasus penganiayaan ini mulanya terungkap dari video viral yang merekam kesaksian Ghifari. Dalam video itu, Ghifari menunjukkan luka-luka yang dia alami akibat penganiayaan polisi. Ada luka memar merah di punggung dan tangannya.

"Ini baru tangan ya. Ini gue nangkis-nangkisin terus, dipukulin (polisi). Yang paling parah belakang (punggung)," ungkap Ghifari, seperti yang dilihat detikcom dalam video itu, Kamis (3/10/2019).


Dia lantas menceritakan kronologi penganiayaan tersebut. Peristiwa itu terjadi ketika demonstrasi yang digelar pada 30 September 2019. Saat itu, dia menjadi tim logistik untuk aksi mahasiswa dari kampusnya. Dia sempat terpisah dari rombongan kampusnya dan tiba-tiba polisi muncul lalu memukulinya.

Ghifari mengaku, saat dipukuli, telepon genggam dan dompetnya diambil polisi. Sedangkan penganiayaan itu terus-menerus dia alami.


Secara terpisah, detikcom mencoba mengkonfirmasi pengakuan Ghifari. Dia membenarkan pengakuannya dalam video tersebut. Menurut pengakuan Ghifari, polisi memakai benda-benda tumpul dan balok kayu saat memukulinya.

"Dipukulin-nya pakai benda-benda tumpul. Seperti bambu dan balok. Pokoknya kayu-kayuan gitu," katanya saat dihubungi detikcom hari ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2