La Nyalla Jadi Ketua DPD karena Pro-Jokowi di Pilpres?

Ibad Durohman - detikNews
Rabu, 02 Okt 2019 20:53 WIB
La Nyalla Mattalitti (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Dengan meraih 47 suara anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih sebagai Ketua DPD periode 2019-2024. Senator asal Jawa Timur itu mengalahkan rivalnya, Nono Sampono (40 suara), Mahyudin (28), dan Sultan Baktiar Najamudin (18).

Bagi pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti, keterpilihan La Nyalla di luar prediksi. Pasalnya, prediksi yang mengemuka sebelumnya, petahana Nono Sampono, yang juga wakil ketua DPD periode sebelumnya, atau senator dari DKI Jakarta Jimly Asshiddiqie jadi kandidat paling kuat sebagai Ketua DPD.



Ray menduga terpilihnya Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jatim itu tak lepas dari banyaknya anggota DPD yang punya afiliasi dengan partai politik. Bila dilihat dari zona pemilih La Nyalla, yakni zona Barat II, yang terdiri Pulau Jawa dan Lampung, itu merupakan basis PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Saya pikir DPD sekarang ini sudah lebih banyak suara partainya ketimbang independennya. Jadi bacaan saya mungkin pilihan pada La Nyalla ini gabungan pengaruh dari PDIP dan PKB," ujar Ray kepada detikcom di Jakarta, Rabu (2/10/2019). Kemungkinan lain, menurut Ray, La Nyalla saat Pilpres 2019 merupakan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin untuk wilayah Jawa Timur dan Madura.



Ray justru lebih khawatir jika terpilihnya La Nyalla itu karena pengaruh parpol. Pasalnya, ada keinginan amendemen konstitusi seperti yang pernah diwacanakan PDIP. "Mau tidak mau PDIP harus menunjuk orang yang mungkin bisa mengawal pandangan ini di DPD. Makanya La Nyalla pilihannya," ujar Ray.
selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3