detikNews
Rabu 02 Oktober 2019, 10:36 WIB

Kasus Suap Impor Ikan, 2 Sekretaris Dirut Perum Perindo Dipanggil KPK

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Kasus Suap Impor Ikan, 2 Sekretaris Dirut Perum Perindo Dipanggil KPK Dokumentasi KPK (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK meneruskan pemeriksaan saksi-saksi berkaitan dengan dugaan suap dalam impor ikan di Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo). Beberapa pejabat dari BUMN itu dipanggil untuk menghadap penyidik.

"Untuk menjadi saksi bagi tersangka MMU (Mujib Mustofa)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (2/10/2019).




Para saksi itu antara lain Yuniastin dan Lani Pujiastuti yang sama-sama menjabat sebagai Sekretaris Direktur Utama Perum Perindo. Selain itu ada pula Kepala Divisi Pengelolaan Aset Perum Perindo bernama Wenny Prihatin dan Efrati Purwantika yang disebut sebagai ibu rumah tangga.

Mujib merupakan satu dari dua tersangka yang ditetapkan KPK dalam kasus ini. Mujib disebut sebagai Direktur PT Navy Arsa Sejahtera (NAS) yang mendapatkan kuota impor ikan dari Perum Perindo dengan cara-cara yang diduga KPK terkait rasuah.

Tersangka lain yang dijerat KPK yaitu Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda. Risyanto diduga menerima suap dari Mujib.




"Saat itu disepakati bahwa MMU (Mujib Mustofa) akan mendapatkan kuota impor ikan sebanyak 250 ton dari kuota impor Perum Perindo," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di KPK, Selasa (24/9).

"Setelah 250 ton ikan berhasil diimpor oleh PT NAS, kemudian ikan-ikan tersebut berada di karantina dan disimpan di cold storage milik Perum Perindo. Berdasarkan keterangan MMU, hal ini dilakukan untuk mengelabui otoritas yang berwenang agar seolah-olah yang melakukan impor adalah Perum Perindo," imbuhnya.


(abw/dhn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com