detikNews
Selasa 01 Oktober 2019, 13:35 WIB

Tersangka BLBI Sjamsul Masuk DPO, KPK Minta Bantuan CPIB Singapura

Faiq Hidayat - detikNews
Tersangka BLBI Sjamsul Masuk DPO, KPK Minta Bantuan CPIB Singapura Karikatur Sjamsul Nursalim (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Sjamsul Nursalim dan Itjih S Nursalim telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Dua tersangka kasus skandal terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) itu diburu KPK.

Namun diketahui dua orang itu sudah memiliki status kewarganegaraan Singapura dan tinggal di sana. Karena itu, KPK juga berkoordinasi dengan CPIB atau Corrupt Practices Investigation Bureau, semacam KPK-nya Singapura.
"Saya dengar yang bersangkutan kan sudah jadi warga negara permanen di Singapura. Kami sudah koordinasi dengan CPIB, KPK-nya Singapura kan, itu kami sampaikan surat-suratnya sudah," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2019).

Alexander berharap CPIB dapat membantu KPK membawa Sjamsul dan Itjih ke Indonesia. Namun, apabila pada akhirnya pupus, KPK ingin memeriksa dua tersangka itu di Singapura karena memang selama ini keduanya tidak kooperatif dengan panggilan KPK.

"Kalau bisa didatangkan (ke KPK) itu lebih baik. Kalau tidak bisa, misalnya diperiksa di kantor CPIB, itu juga akan membantu. Intinya, yang kami butuhkan keterangan yang bersangkutan," ucap Alexander.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Sjamsul selaku pemegang saham pengendali Bank Dagang Indonesia (BDNI) dan istrinya, Itjih Nursalim, sebagai tersangka. Sjamsul diduga KPK melakukan kongkalikong dengan eks Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung, sehingga mengakibatkan dugaan kerugian keuangan negara Rp 4,58 triliun.




Sjamsul diduga sebagai pihak yang diuntungkan terkait kerugian negara Rp 4,58 triliun itu. KPK juga telah memanggil Sjamsul dan Itjih sebanyak dua kali, namun keduanya mangkir dari panggilan KPK pada 28 Juni dan 19 Juli 2019.

Syafruddin sebenarnya sudah divonis bersalah, tetapi pada tingkat kasasi terlepas dari jeratan hukum. Di sisi lain KPK menduga ada kejanggalan pada putusan kasasi terhadap Syafruddin itu.


Rommy Bandingkan Kasus BLBI dan OTT-nya, Bagaikan Semut vs Gajah:


(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com