Sekjen Kemendag Mangkir dari Panggilan, KPK Minta Kooperatif

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 30 Sep 2019 22:05 WIB
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Sekjen Kementerian Perdagangan Oke Nurwan tak hadir dalam panggilan KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan suap impor bawang putih. KPK belum mendapatkan informasi alasan ketidakhadirannya.

"Belum diperoleh informasi ketidakhadirannya," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019).

Selain Oke Nurwan, Febri menyebut Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komiditi Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti juga tak hadir tanpa pemberitahuan. KPK pun memperingatkan keduanya untuk kooperatif.

"Kami memperingatkan kepada dua saksi ini yang sudah berkali-kali dipanggil dan tidak hadir memenuhi panggilan penyidik. Kami Ingatkan agar para saksi bisa patuh dengan aturan hukum yang berlaku semestinya," ujarnya.

Febri menilai sebagai pejabat seharusnya bisa memberikan contoh terhadap kepatuhan hukum. Febri berharap kedua bisa kooperatif.

"Pejabat bisa memberikan contoh terhadap kepatuhan hukum tersebut. Jadi kami harap hal-hal lain yang diatur itu KUHAP tidak perlu terjadi kalau sikap kooperatif yang dilakukan oleh para saksi," tutur Febri.

Oke Nurwan dan Tjahya Widayanti hari rencananya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka mantan anggota DPR I Nyoman Dhamantra. Kedua diperiksa bersama Direktur Impor Kemenda Ani Mulyati serta Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana.
Sebelumnya keempat orang pejabat Kemendag itu sebelumnya pernah dipanggil KPK secara bersama-sama pada Selasa (24/9). Sebelum itu, Nurwan pernah juga dipanggil KPK pada Selasa (17/9), sedangkan Tjahya Widayanti dipanggil pada Rabu (18/9)

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Dhamantra sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Chandry Suanda (Afung) pemilik PT Cahaya Sakti Agro, Doddy Wahyudi berprofesi swasta, dan Zulfikar berprofesi swasta.

KPK menduga aksi Dhamantra ini dibantu oleh orang kepercayaan Dhamantra yaitu, Mirawati Basri serta Elviyanto dari pihak swasta. Baik pemberi suap dan orang kepercayaan Dhamantra juga ditetapkan tersangka oleh KPK.

KPK menduga Dhamantra meminta fee Rp 3,6 miliar dan Rp 1.700-1.800 tiap kg lewat Mirawati untuk mengurus izin kuota 20 ton bawang putih. Suap itu diduga berasal dari Chandry dan Doddy.

KPK menyebut duit yang sudah diberikan kepada Dhamantra berjumlah Rp 2 miliar. Duit itu ditransfer lewat rekening money changer.


Simak Video "BPK Sentil Kemendag Terkait Izin Impor Beras"

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/dhn)