Ngopi-ngopi Hakim Kasus BLBI Berujung Sanksi

ADVERTISEMENT

Round Up

Ngopi-ngopi Hakim Kasus BLBI Berujung Sanksi

Andi Saputra - detikNews
Senin, 30 Sep 2019 08:12 WIB
Syamsul Rakan Chaniago (andi/detikcom)
Jakarta - Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT) dilepaskan Mahkamah Agung (MA) dalam Kasus BLBI. Namun jejak kasus ini belum berakhir. Terungkap seorang hakim yang melepaskan SAT, Syamsul Rakan Chaniago, ketahuan ngopi-ngopi bareng pengacara BLBI, Ahmad Yani.

SAT awalnya divonis 13 tahun penjara oleh PN Jakpus. SAT dinilai PN Jakpus merugikan negara sebesar Rp 4,5 triliun terkait BLBI, karena menguntungkan Sjamsul Nursalim selaku pemilik saham pengendali BDNI sebesar Rp 4,5 triliun.
Ngopi-ngopi Berujung Sanksi Hakim Kasus BLBISyafruddin Arsyad Temenggung (ari/detikcom)

Hukuman SAT kemudian diperberat pada tingkat banding. Majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Vonis kemudian berubah pada tingkat kasasi. MA melepas SAT karena menilai perbuatan SAT adalah perdata. Namun majelis berselisih paham.


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT