Gerindra: Hukum di Zaman Pak Jokowi Tumpul ke Pendukung

Gerindra: Hukum di Zaman Pak Jokowi Tumpul ke Pendukung

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 28 Sep 2019 09:56 WIB
Andre Rosiade (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Andre Rosiade (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Gerindra mengkritik penangkapan Ananda Badudu dan Dandhy Dwi Laksono oleh polisi. Menurut Gerindra, apa yang mereka sampaikan soal masalah hukum di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama kampanye benar terjadi.

"Ini kan sudah kami bilang sejak dulu, sejak zaman kampanye bahwa hukum di zaman Pak Jokowi terkesan tumpul ke pendukung beliau. Tapi terindikasi tajam kepada orang yang mengkritisi beliau. Itu sudah jadi rahasia umum nggak ada yang baru," kata Wasekjen Gerindra Andre Rosiade, Sabtu (28/9/2019).



Dia kemudian mencontohkan sejumlah orang yang disebutnya sebagai pendukung Jokowi dan sudah berulang kali dilaporkan ke polisi namun tak diproses. Andre juga menyinggung cuitan Denny Siregar soal ambulans yang disebutnya sebagai fitnah namun tak diproses polisi.

"Bisa lihat itu Emanuel Ebenezer aman-aman saja dilaporin berkali-kali. Ade Armando juga, tapi kalau kita bilang begitu di zaman Pemilu dibilang hoax. Nah, sekarang baru orang ngeh, benar ternyata. Memang ada indikasi yang kritis terharap pemerintah begitu cepat diproses tapi yang pro pemerintah, contoh lah yang paling hits sekarang Denny Siregar. Membikin isu, fitnah yang luar biasa terhadap medis, ada tidak tindakan polisi? Itu contohnya, kan itu buzzer pendukung Jokowi," ucapnya.

Sebelumnya, Dandhy, yang juga sutradara film dokumenter 'Sexy Killers', selama ini aktif menyuarakan berita-berita soal Papua.
Selanjutnya
Halaman
1 2