Cilacap Banjir, 4 Warga Tewas & 6.850 Rumah Terendam
Senin, 31 Okt 2005 16:38 WIB
Yogyakarta - Bencana banjir kembali menimpa Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, menjelang Lebaran ini. Sedikitnya 6.850 rumah yang ada di 6 kecamatan terendam air sejak hari Minggu (30/10/2005) malam. Ribuan rumah yang dihuni puluhan ribu orang itu terendam hingga 2 meter.Penghuninya terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara seperti di kantor-kantor desa, sekolah dan sekitar rel KA lintas selatan yang aman.Akibat banjir tersebut empat orang tewas, yakni Marsiyem (80) dan Wahid bin Toyib (5), keduanya warga RT 3 RW 2 Dusun Sumberejo, Kecamatan Kawunganten. Riyanto bin Sukardi (16), warga Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, serta Taufik (18), siswa kelas 2 SMK di Jeruklegi. Tubuh Taufik ditemukan tersangkut di tiang penyangga jembatan Sungai Cibereum. Taufik hanyut ketika hendak menyeberangi sungai itu.Kepala Kesbanglinmas Pemerintah Kabupaten Cilacap, Bambang Imam Santosa, ketika dihubungi detikcom mengatakan, banjir bandang itu terjadi akibat meluapnya beberapa anak sungai di 6 kecamatan yang dilanda banjir setelah turun hujan lebat pada hari Minggu kemarin. Enam kecamatan yang dilanda banjir itu adalah Kecamatan Gandrungmangu, Bantarsari, Kawunganten, Adipala, Kesugihan dan Sidareja."Kami saat ini masih berupaya mengevakuasi warga di Kecamatan Bantarsari, Kawunganten dan Gandrungmangu yang rumahnya terendam air dengan beberapa perahu karet ke tempat yang lebih tinggi," katanya.Menurut Bambang, akibat meluapnya beberapa anak sungai, rata-rata rumah terendam air dengan ketinggian antara 75 centimeter hingga dua meter. Meski rumahnya terendam air, banyak warga yang enggan meninggalkan rumah karena takut harta bendanya dijarah. Namun ada pula warga yang harus mengungsi karena rumahnya terendam hingga 2 meter."Karena cuaca masih mendung dan sempat turun hujan lagi semalam, kami meminta warga untuk mengungsi ke balai desa atau tempat yang lebih aman," katanya.Untuk membantu korban banjir kata Bambang, Pemkab Cilacap telah mendirikan dapur umum di kecamatan-kecamatan dan kantor balai desa yang terkena banjir. Bantuan yang telah dikirimkan berupa bantuan beras, mi instan, ikan asin, kecap dan obat-obatan ke posko dan tempat pengungsian.Bambang mengatakan berdasarkan laporan dari kecamatan, total jumlah desa yang terendam akibat banjir sebanyak 25 desa. Di Kecamatan Gandrungmangu, desa yang terkena banjir di antaranya Desa Layonsari, Gintungreja, Kertajaya, Wringinharjo, Gandrungmangu, Muktisari dan Bulusari. Sekitar 3.000 rumah terendam 50-150 cm di kawasan ini."Selain rumah, beberapa bangunan sekolah dasar di Desa Gandrungmangu dan Wringinharjo juga ikut terendam," katanya.Di Kecamatan Bantarsari, sedikitnya ada 5 desa yang terendam air setinggi 1-2 meter akibat meluapnya Cimeneng. Kelima desa adalah Desa Bantarsari, Kamulyan, Rawajaya, Bulusari dan Cikendondong. Di Kecamatan Bantarsari sedikitnya 2.900 rumah warga terendam dan 45 KK harus diungsikan.Sedang banjir di Kecamatan Sidareja menggenangi 7 desa terdiri Desa Mergasari, Tinggarjaya, Tegalsari, Gunungreja, Sidareja, Sudagaran dam Sidamulya. Banjir tersebut diakibatkan meluapnya aliran Sungai Cidurian, Cibogo, Cibereum, Cikalong dan Citengah.
(nrl/)











































