Menhub Cek Bandara Belitung Hingga Kereta Makassar, Ini Progresnya

Mega Putra Ratya - detikNews
Jumat, 27 Sep 2019 16:17 WIB
Foto: istimewa
Jakarta - Di akhir masa pemerintahan Presiden Jokowi untuk periode pertamanya ada salah seorang menteri yang terus bekerja untuk kepentingan rakyat. Dia adalah Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Kunjungan Kerja diawali dari Provinsi Bangka Belitung, tepatnya di Kabupaten Belitung. Menhub ingin memastikan bahwa bandara di Kabupaten Laskar Pelangi ini untuk segera di renovasi dan pengelolannya diserahkan ke Angkasa Pura II.

Bertolak dari Bandara HAS Hanandjoeddin, Belitung sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (26/9) Menhub tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar puk 09.50 WITA. Di Makassar Menhub ingin memastikan bahwa jalur kereta Makassar-Parepare segera terwujud.


Menhub pun langsung memimpin rapat koordinasi antara Gubernur Sulsel, Kajati, Bupati dan Prokompinda Pemprov dan Pemda se Sulawesi Selatan. Menhub pun ingin agar persoalan mendasar segera diselesaikan. Dalam rapat tersebut, pihaknya meminta agar pembangunan Proyek Jalur Kereta Api (KA) Makassar - Parepare segmen 3 lintas Barru-Mandai sejauh 62,95 km, dengan mempercepat proses pengadaan tanah segera dimulai.

"Karena ini proyek strategis nasional yang harus dikawal. Oleh karenanya dalam sebulan ini saya sudah banyak berkonsultasi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi dan banyak kemajuan yang berarti. Kita percaya untuk bisa menyelesaikan ini dan ternyata bisa dilakukan dengan baik. Pembayaran tanah dilakukan dengan win-win solution atau ganti untung untuk masyarakat," papar Menhub Budi.

Menhub Budi menyampaikan lebih lanjut, bahwa pada bulan Agustus 2020 mendatang KA logistik maupun penumpang dengan lintas Tonasa - Garongkong akan dapat beroperasi. Hal ini merupakan hadiah untuk masyarakat Sulawesi Selatan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Di ulang tahun kemerdekaan kita di tahun depan, kita akan menghadiahkan sepanjang 70-80 km dari posisi Tonasa menuju Garongkong. Bisa dibayangkan disana sudah ada kereta logistik dan penumpang. Jadi bisa mengangkut semen dari Tonasa ke Garongkong, atau sebaliknya, dari Garongkong mengangkut batubara ke Tonasa," jelas Menhub.

"Saya akan mengundang presiden kesini, dan kita 3 tahun berturut-turut akan menghadiahkan ini kepada masyarakat Sulawesi Selatan. Berikutnya yaitu sampai Pangkep dan sampai Bosowa, kemudian tahun ketiganya baru sampai Makassar," tambahnya.

Menhub berharap, kereta api yang merupakan angkutan masa depan yang ramah lingkungan ini bisa hadir di Sulawesi dan semakin mendongkrak perekonomian di Sulawesi dan sekitarnya.

"Semua orang akan lihat di sini sebagai suatu proyek yang berhasil bukan saja untuk penumpang tapi untuk logistik. Apalagi kita tahu, Sulawesi adalah penyangga Ibu Kota Baru Negara," ungkapnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2019 telah diselesaikan pembangunan jalur KA Makassar - Parere Segmen 2 lintas Barru-Palanro sepanjang ±40 Km, serta pembangunan 5 stasiun baru yaitu: Stasiun Tanete Rilau, Stasiun Barru, Stasiun Takalasi, Stasiun Mangkoso & Stasiun Palanro.

Pembangunan Proyek KA Makassar - Parepare sepanjang 144 KM (melalui Makassar-Maros - Pangkep - Barru - Parepare) ini merupakan bagian dari rencana pembangunan jalur KA Trans Sulawesi yang akan menghubungkan Kota Manado hingga Kota Makassar sepanjang ± 1.513 Km.

Berdasarkan Perpres Nomor 58 Tahun 2017, pembangunan Jalur Kereta Api tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional, serta melalui Peraturan Menko Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2015, proye tersebut masuk dalam Proyek Infrastruktur Prioritas.


Selain itu pembangunan jalur KA ini, nantinya akan terintegrasi dengan Bandara Internasional Hasanuddin di Maros serta Pelabuhan Garongkong di Barru.

Usai dari Makassar, Menhub langsung terbang ke Manokwari Papua Barat. Berangkat dari Makassar pukul 15.00 WITA dan tiba di Bandara Rendani, Manokwari pukul 19.30 WIT. Menhun langsung disambut oleh Gubernur Papua Barar, Dominggus Mandacan dengan upacara adat penyambutan tamu Mansorandak.

Menhub beserta rombongan langsung melakukan rapat koordinasi dengan Pemprov Papua Barat dan stakeholder Kementerian Perhubungan di Hotel Sultan. Menhub langsung memimpin rapat koordinasi mulai dari rencana pembanguna bandara, pelabuhan dan masalah-masalah lainnya. (ega/mpr)