Dandhy Laksono: Kasus Saya Kecil Dibanding Persolan Papua-Mahasiswa Tewas

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 27 Sep 2019 16:59 WIB
Dandhy Dwi Laksono. (Hanif/detikcom)
Jakarta - Pendiri Watchdoc sekaligus sutradara 'Sexy Killers', Dandhy Dwi Laksono, meminta publik tetap fokus karena banyak agenda yang lebih penting ketimbang kasusnya. Dia mengatakan kasus yang menjeratnya kecil dibanding masalah di Papua hingga tewasnya mahasiswa.

"Ya saya ingin publik tetap fokus ke agenda yang lebih besar, kasus saya nggak ada apa-apanya dan kecil dibandingkan persoalan di Papua, mahasiswa yang tewas karena menuntut reformasi yang dituntaskan," ujar Dandhy di kediamannya di Pondok Gede, Kota Bekasi, Jumat (27/9/2019).


Menurut Dandhy, kasusnya hanya 'panggung' kecil. Dia meminta publik tetap menjaga energi untuk persoalan lain.

"Jadi saya pikir panggung utama adalah bagaimana reformasi dituntaskan, jadi ini hanya panggung kecil, jadi perhatian publik dan energinya tetap ada (untuk) persoalan yang lebih besar," ujarnya.

Dandhy juga menyoroti Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menjeratnya hingga jadi tersangka. Dandhy mengatakan dia bukan korban pertama.

"Saya pikir saya bukan korban pertama dari Undang-Undang ITE dan sangkaan-sangkaan itu banyak yang lebih dahulu mengalami," ujar Dandhy.
Selanjutnya
Halaman
1 2