KontraS Beberkan Kronologi Penangkapan Ananda Badudu

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 27 Sep 2019 08:41 WIB
Foto: dok. Banda Neira
Jakarta - Ananda Badudu ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Sang musikus mengaku ditangkap di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, karena mentransfer dana untuk demo mahasiswa. Pihak KontraS yang bersedia memberikan bantuan hukum, mengungkapkan kronologi penangkapan Ananda.

"Kronologi penangkapan Ananda Wardhana Badudu, pukul 04.28 WIB," ujar Deputi Koordinator KontraS Feri Kusuma berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, Jumat (27/9/2019). Feri telah meneken surat sebagai kuasa hukum Ananda, namun surat tersebut belum diteken Ananda karena masih belum bisa.

Feri mengatakan saat Ananda Badudu hendak ditangkap sekitar pukul 04.25 WIB, terdengar pintu digedor. Teman Ananda lalu membuka pintu.

"04.25 WIB Ada tamu menggedor-gedor pintu kamar, lalu dibuka oleh kawan Nanda," lanjut Feri.


Sesaat kemudian, petugas kepolisian disebut langsung memberikan surat penangkapan kepada teman Ananda yang tidak disebutkan namanya. Sementara, Ananda ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam aksi demonstasi.

"Tamu dipimpin Bapak Eko menunjukkan kartu dan lencana dan 3 orang lain tanpa seragam dan identitas. Mengatakan membawa surat penangkapan Nanda atas keterlibatan dalam aksi demonstrasi," lanjutnya.

KontraS Beberkan Kronologis Penangkapan Ananda BaduduFoto: Feri Kusuma (Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Sekitar pukul 04.55 WIB Ananda bersama temannya dibawa ke Polda Metro Jaya oleh petugas kepolisian. Mereka menumpangi mobil Avanza berwarna putih.

"Jam 04.55 WIB tim yang terdiri 4 orang membawa Nanda ke kantor Resmob Polda Metro Jaya dengan kendaraan Avanza berwarna putih didampingi kawan," kata dia.


Saat penangkapan Ananda, satu orang satpam dan dua orang tetangga menyaksikan peristiwa itu.

"Petugas yang datang sebanyak 4 orang. Penangkapan disaksikan oleh 1 satpam gedung dan 2 orang tetangga," imbuhnya.

Feri menyebut saat ini Ananda Badudu masih diamankan di Resmob Polda Metro Jaya sebelum melakukan pemeriksaan. Tim kuasa hukum masih terus bekoordinasi dengan pihak Resmob.

"Belum (diperiksa), belum didampingi juga oleh pengacara. Tim kuasa lagi menunggu informasi dari Resmob dan tidak boleh pun diperiksa tanpa ada pendamping hukumnya," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2