TNI-Polri Tak Terpancing Isu Gesekan di Wisma Lumba-lumba

Round-Up

TNI-Polri Tak Terpancing Isu Gesekan di Wisma Lumba-lumba

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Sep 2019 06:35 WIB
TNI-Polri Tak Terpancing Isu Gesekan di Wisma Lumba-lumba
TNI dan Polri saat memberikan pernyataan pers bersama di Kemenko Polhukam. (Foto: Mercy Raya/detikcom)
Jakarta - TNI dan Polri angkat bicara mengenai video bernarasi isu gesekan antara prajurit TNI dan aparat kepolisian di Wisma Lumba-lumba. TNI-Polri tidak terpancing dengan isu tersebut.

Ada dua video berdurasi 41 detik dan 45 detik beredar di WhatsApp Group (WAG). Pada video pertama, si kreator video membubuhkan kalimat 'Wisma Pati TNI AL (Lumba-lumba), Bendungan Hilir, Jakarta didatangi pihak kepolisian karena diduga menjadi tempat persembunyian massa yang dipukul mundur aparat kepolisian'.


Pada video kedua terdengar seorang pria dari kerumunan polisi meneriakkan kalimat-kalimat ke arah anggota TNI AL di dalam kompleks mes. Mabes Polri menyebut, masalah tersebut sudah diselesaikan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polri menjelaskan polisi melihat ada perusuh yang lari ke mes perwira tinggi (pati) tersebut. Ketika polisi hendak meminta prajurit TNI untuk menyerahkan perusuh, prajurit TNI disebut tak memperbolehkannya.

"(Masalah di video) sudah diselesaikan sama Kapolres Jakarta Pusat (Kombes Harry Kurniawan)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/9).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga meluruskan narasi keliru yang menyertai peredaran video tersebut. Hadi menegaskan narasi tersebut sangat tidak tepat.

Eks KSAU ini turut meluruskan soal narasi Mes Lumba-lumba ditembak gas air mata. Menurutnya, saat ada unjuk rasa di dekat kantornya di kawasan Medan Merdeka, gas air mata juga masuk.


"Adanya tembakan gas air mata yang masuk ke wilayah Mes Lumba-lumba itu saya kira jangankan di Mes Lumba-lumba, di depan Istana Negara pun pada waktu unjuk rasa kantor saya di Merdeka Barat... sampai hampir masuk ke halaman belakang sama halnya dengan di Mes Lumba-lumba," sebut dia di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Kamis (26/9).

"Anggota TNI, khususnya Marinir, di Mes Lumba-lumba tersebut justru membantu mengusir para pendemo tadi untuk keluar dan mundur sampai ke Bendungan Hilir dan sampai saat ini pun tidak ada permasalahan antara TNI dan Polri terkait dengan tugas pengamanan, khususnya di wilayah titik kritis," tegas Hadi.
Halaman 2 dari 2
(dkp/dkp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads