ADVERTISEMENT

Anggota DPR Minta Insiden Tertembaknya Mahasiswa di Kendari Diusut

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 19:19 WIB
Putu Supadma Rudana (Foto: Dok. Pribadi)


Putu juga mengimbau pihak perguruan tinggi dan kampus agar memfasilitasi peserta didiknya yang ingin menyalurkan aspirasi. Dalam menghadapi persoalan, dialog menurutnya harus dikedepankan.

"Kami juga meminta agar pihak-pihak terkait dapat bekerja sama dan bersinergi agar para siswa dan mahasiswa kita tidak turun ke jalan dan menghindari konflik yang terjadi pada saat dilaksanakannya demonstrasi. Mari sebagai sebuah bangsa yang memiliki peradaban yang baik, terus kita junjung dialog dalam menyelesaikan permasalahan," sebut Putu.


Komisi X juga akan meminta pertanggungjawaban dari Menristek Dikti dan Mendikbud Muhadjir Effendy atas bentrokan yang terjadi dalam aksi demo mahasiswa dan pelajar. Putu menyatakan pihaknya perlu meminta penjelasan bagaimana bisa sampai pelajar SMA-STM/SMK bahkan SMP sampai ikut turun berdemo anarkis.

"Kita mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk bertanggung jawab langsung sama terjadinya kejadian kericuhan dan siswa turun ke jalan. Kita akan memanggil Mendikbud untuk menjelaskan mengapa sampai terjadi kondisi ini," ucapnya.

Anggota DPR Minta Insiden Tertembaknya Mahasiswa di Kendari DiusutDemo di Kendari (Siti/detikcom)

Sebelumnya diberitakan, mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi, mengembuskan napas terakhir setelah terkena tembakan saat demo tolak RUU KUHP dan RUU KPK di Kendari. Jasad mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo itu ditemukan bekas luka tembakan di bagian dada kanannya.

Tim Medis RS Ismoyo, Sersan Mayor Salam SR, mengatakan, sekitar pukul 15.00 Wita, Randi dibawa oleh sejumlah rekannya ke Unit Gawat Darurat RS Dokter Ismoyo dalam keadaan kritis. Namun nahas, nyawa Randi tidak tertolong oleh gabungan tim dokter spesialis bedah, anestesi, dan dokter umum.

Selain Randi, seorang korban lain bernama Yusuf Kardawi (19), semester III Fakultas Teknik, sedang mengalami kritis dan menjalani perawatan serius di RS Bahteramas.
(elz/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT