Menteri Nasir: Jokowi Minta Mahasiswa Diajak Dialog Baik-baik

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 11:39 WIB
Menristek M Nasir (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - Menristekdikti M Nasir bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Nasir menyebut Jokowi meminta agar mahasiswa diajak dialog dengan baik-baik.

"Yang terkait Ristekdikti mohon mahasiswa diajak bicara dengan baik, itu aja. Diajak dialog yang baik," kata Nasir setelah bertemu dengan Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

"Mengajak masih diajak dialog baik. Tidak turun ke jalan, tapi kita kembali ke kampus masing-masing," imbuh dia.


Nasir mengatakan Jokowi juga memintanya berdialog dengan para rektor agar mahasiswa tidak turun ke jalan. Jokowi tidak ingin aksi turun ke jalan menyebabkan kekacauan keamanan.

"Arahannya jangan sampai kita gerakkan massa, kita melakukan sesuatu yang tak diinginkan oleh keamanan. Jangan sampai terjadi mengacaukan keamanan jangan sampai terjadi. Kita harus dorong dan Presiden sangat terbuka dalam hal ini," tutur Nasir.

"Dan rektorlah yang nanti akan bertanggung jawab jika ada pengerahan massa. Kalau ada rektor yang melakukan pengerahan massa ini," imbuhnya.


Nasir mengatakan dirinya pun akan segera 'menjemput bola' dialog dengan para rektor seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Rencananya, besok dia akan menyambangi kampus-kampus di Semarang.

"Ya, kami akan aktif datang. Besok itu kami akan datang ke Semarang. Saya besok dengan seluruh mahasiswa dari Semarang, saya akan sampaikan juga, besok jam 9 sorenya saya akan ke Madiun, Sabtu-nya saya harus ke ponpes. Saya jelaskan juga jangan sampai terjadi hal ini. kami akan jelaskan apa yang akan dilakukan pemerintah," tuturnya.

"Kalau memang mereka tidak setuju apa yang diinginkan, sampaikan apa yang diinginkan nanti akan kami sampaikan ke presiden," sambung Nasir.

Seperti diketahui, beberapa hari ini mahasiswa di berbagai wilayah di Indonesia menggelar unjuk rasa. Unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai penolakan terhadap UU KPK yang baru disahkan hingga RUU KUHP.


Setuju Revisi UU KPK tapi Tunda RUU KUHP, Apa Alasan Jokowi? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]

(mae/gbr)