detikNews
2019/09/25 12:39:19 WIB

Mengenang 2 Dasawarsa Tragedi Semanggi II

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mengenang 2 Dasawarsa Tragedi Semanggi II Foto: Beda Cerita Wiranto Hadapi Demo Mahasiswa 1998 dan 2019 (Agung Pambudhy)
Jakarta - Jumat (24/9) dua dasawarsa lalu Yun Hap baru tiba di rumahnya sekitar pukul 9 pagi. Sehari sebelumnya anak muda yang lahir di Pangkal Pinang, 17 Oktober 1977 itu turun ke jalan menolak RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB). "Sampai rumah dia mandi, buka komputer, lalu tidur," ujar ibunda Yun Hap, Ho Kim Ngo dalam buku berjudul Melawan Pengingkaran yang diterbitkan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

Baru sebentar terlelap, mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia angkatan 1996 itu terbangun. Ia menyalakan televisi dan melihat berita yang masih didominasi aksi demonstrasi. Tak berapa lama Yun Hap masuk ke kamar. Jelang tengah hari ia keluar dengan tas di punggungnya. Ho Kim Ngo sempat berpesan agar anaknya itu tak ikut aksi demonstrasi lagi. Namun, Yun Hap tak menjawab. Ia bergegas menuju kampusnya di Depok.


Jumat malam hampir berakhir Yun Hap belum juga pulang seperti malam sebelumnya. Kali ini ibunya lebih gelisah. Firasat Ho Kim Ngo benar, jelang tengah malam ada telepon yang mengabarkan Yun Hap meninggal dunia. "Ada temannya yang datang menjemput menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang ramai. Saat itu sekitar jam 2 pagi, masih terdengar bunyi tembakan," kata Ho Kim Ngo.

Yun Hap yang oleh keluarganya dikenal keras rupanya tak mengindahkan pesan ibunya. Jumat sore, dari Kampus UI Depok Yun Hap bersama serombongan mahasiswa UI lainnya naik kereta api menuju Stasiun Sudirman, Jakarta. Rombongan mahasiswa UI ini merencanakan bergabung dengan kelompok demonstran lain yang sudah berkumpul di sekitar kampus Universitas Atma Jaya, Semanggi.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com