Sidang PK Setya Novanto

Jaksa KPK Pertanyakan PK Novanto Tanpa Kasasi: Kan Sudah Terima Vonis

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 24 Sep 2019 14:01 WIB
Setya Novanto (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Setya Novanto (Foto: Pradita Utama/detikcom)


Setelahnya jaksa juga menanyakan apakah putusan yang telah berkekuatan tetap atau inkrah dapat diajukan PK. Chairul menyebutkan justru putusan yang inkrah yang bisa dimintakan PK.

"Apakah ahli mendengar atau mengetahui bahwa terhadap putusan yang inkrah tidak dapat dimintakan PK?" kata jaksa.

"Justru yang bisa dimintakan PK itu putusan yang inkrah. Peninjauan kembali adalah hak terpidana untuk meminta ditinjau kembali terhadap putusan yang sudah tetap. Kecuali terhadap putusan bebas dan lepas. Jadi syarat pertama ngajuin PK ialah putusan yang inkrah," tutur Chairul.




Dalam permohonan PK, Novanto meminta seluruh permohonan dikabulkan, dibebaskan dan dinyatakan dakwaan terhadapnya tidak terbukti. Selain itu, ada beberapa bukti baru atau novum yang dijadikan dasarnya mengajukan permohonan peninjauan kembali.

Novum baru itu disebut kuasa hukum Novanto, Maqdir Ismail, adanya bukti hasil pemeriksaan agen FBI Jonathan E Holden terhadap Johannes Marliem di persidangan yang digelar di pengadilan Amerika Serikat hingga permohonan justice collaborator keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Seperti diketahui, Novanto divonis 15 tahun penjara dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Novanto diyakini mengintervensi pengadaan serta penganggaran proyek e-KTP.
Halaman

(fai/dhn)