Wamena Rusuh, Polda: Ucapan Rasis Guru di Wamena Hoax

Matius Alfons - detikNews
Senin, 23 Sep 2019 18:18 WIB
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal (Wilpret/detikcom)
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal (Wilpret/detikcom)
Jakarta - Polisi menegaskan ucapan rasisme yang memicu rusuh di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, hoax. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang tersebar tersebut.

"Pada tanggal 18 September 2019 lalu di Wamena ada isu seorang guru mengeluarkan kata rasis. Setelah dilakukan pengecekan, isu itu tidak benar. Akibat provokasi tersebut, para pelajar maupun masyarakat melakukan unjuk rasa dan terjadi pembakaran beberapa kantor pemerintah, seperti kantor Bappeda, ruko-ruko milik masyarakat dan beberapa motor juga dibakar," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal kepada wartawan, Senin (23/9/2019).

Massa yang anarkistis membakar dan merusak beberapa fasilitas umum, pemerintah, dan warga. Aparat gabungan TNI dan Polri serta Bupati Jayawijaya sudah menenangkan massa.




"Pihak Polda Papua masih mengejar kelompok-kelompok yang memanfaatkan situasi Papua dengan banyak menyebarkan berita bohong. Kami masih dalami oknum maupun kelompok-kelompok yang memanfaatkan situasi Papua untuk mengambil keuntungan dan juga ingin membuat Papua menjadi rusuh," sambung Kamal.

Selain di Wamena, kerusuhan terjadi di Expo Waena, Jayapura. Satu prajurit TNI Praka Zulkifli gugur, sedangkan enam anggota Brimob terluka.




"Kepada masyarakat di Kota Jayapura dan Papua pada umumnya, kami juga mengimbau agar tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa, sekolah, kampus, pasar, kantor-kantor, dan lain-lain. Lakukan aktivitas seperti biasanya karena aparat keamanan sudah menjamin keamanan di Papua dan sudah memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua," tutur Kamal.


Simak juga video "Kapolda: Kerusuhan di Wamena Bermula Dari Hoaks":

[Gambas:Video 20detik]

(fdn/fdn)