detikNews
Senin 23 September 2019, 12:59 WIB

Sumsel Dikepung Asap, Gubernur Pergi Kunker ke Malaysia

Raja Adil Siregar - detikNews
Sumsel Dikepung Asap, Gubernur Pergi Kunker ke Malaysia Gubernur Sumsel Herman Deru. Foto: Raja Adil
Palembang - Warga di Sumatera Selatan kini mulai resah akibat kabut asap pekat. Namun Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru justru pergi ke Malaysia untuk kunjungan kerja.

Berdasarkan catatan agenda yang dirilis Plt Karo Humas dan Protokol Pemprov, Iwan Gunawan menyebut Herman Deru mengikuti kegiatan di Malaka, Malaysia. Agenda pertamanya adalah pelantikan sebagai Ketua Sekretariat Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia.


Selanjutnya, gubernur akan melakukan kunjungan ke kantor Tuan Yang atau di Tun Datuk Seri Utama Mohd Khalil Bin Yaakob. Tidak hanya itu saja, gubernur pun kembali melanjutkan kunjungan ke Kantor Ketua Menteri Malaka Tuan Adly Bin Zahan.

Terakhir, gubernur melakukan kunjungan ke Taman Mini Malaysia dan ASEAN Kota Ayer Keroh, Malaka. Deru sebagai Ketua DMDI meninjau melakukan peninjauan di Rumah Indonesia Taman Mini Malaysia dan Asean Kota Ayer Keroh.

Berdasarkan agenda kunjungan tersebut, Kabag Humas Pemprov Leo Ebriansyah mangatakan aganda gubernur tersebut telah terjadwal. Herman Deru berangkat dari Jakarta malam tadi.

"Berangkat dari Jakarta tadi malam dan sampainya itu pukul 01.00 di hari waktu Malaysia. Hari ini langsung pulang," ujar Leo.

"Sudah dijadwalkan, kegiatanya apa-apa saja nanti disampaikan lengkap," terang Leo.


Untuk diketahui, hari ini Palembang dan sekitarnya diselimuti kabut asap cukup pekat. Akibat asap itu, semua sekolah di Palembang mulai dari Paud-SMA sudah diliburkan.

Sekolah diliburkan mulai hari ini hingga tiga hari kedepan. Tapi jika kabut asap masih cukup pekat, sekolah pun boleh untuk menambah waktu libur dan lihat dari rekomendasi Dinas Kesehatan dan Lingkungan Hidup.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo menegaskan kepala daerah yang wilayahnya terkena dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak diperbolehkan meninggalkan wilayah, termasuk ke luar negeri. Kebijakan ini berlaku juga untuk Presiden Joko Widodo.

"Kami sudah 3 kali kirim radiogram, sampai terakhir radiogram untuk tidak tinggalkan tempat. Kedua masalah rumah oksigen harus ada, secara prinsip harus kerja sama dengan TNI/Polri dengan ahli, semua ada," jelas Tjahjo setelah menghadiri konsolidasi nasional KPU di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Senin (23/9/2019).


Dituduh Malaysia Kirim Asap, Menteri LHK: Saya Tak Terima:

[Gambas:Video 20detik]




(ras/tor)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com