Kabut Asap Masih Selimuti Bandara Syamsudin Noor, Penerbangan Terganggu

Muhammad Risanta - detikNews
Senin, 23 Sep 2019 12:42 WIB
Rapat Koordinasi Karhutla (Muhammad Risanta/detikcom)
Rapat Koordinasi Karhutla (Muhammad Risanta/detikcom)
Banjarbaru - Kabut asap di Banjarbaru, Kalsel, Senin (23/9) pagi ini membuat jarak pandang terbatas hanya 400 meter. Kondisi ini juga menyebabkan jadwal penerbangan kembali terganggu.

Sedikitnya tujuh jadwal penerbangan, kedatangan dan keberangkatan, melalui Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, di Banjarbaru mengalami keterlambatan. Dari informasi otoritas bandara, melalui Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria, diketahui jarak pandang (visibility) di kawasan bandara 50-400 meter. Beberapa pesawat terpaksa menunda keberangkatan maupun pendaratan karena pekatnya kabut asap.

"Keterlambatan karena pekatnya asap ada tujuh, yang dimulai sejak pukul enam pagi sampai delapan pagi ini demi keselamatan penerbangan terpaksa ada delay. Namun, setelah itu, penerbangan kembali normal," kata Aditya Putra Patria kepada wartawan, Senin (23/9/2019).


Keterlambatan dialami pesawat Lion Air JT-311 dari Banjarmasin tujuan Surabaya, JT-321 Banjarmasin-Cengkareng, Wings Air 1394 Banjarmasin-Balikpapan, JT-521 Banjarmasin-Jogja, hingga Garuda GA-533 Banjarmasin-Cengkareng. Demikian pula dengan kedatangan sejumlah penerbangan, yang sempat mengalami keterlambatan karena pekat asap yang menyelimuti bandara Syamsudin Noor pada pagi hari.

Sementara itu, Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kalimantan Selatan menyebutkan titik hot spot pada Senin ini (23/9) terdapat 86 titik yang tersebar di berbagai kawasan. Berdasarkan data satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), titik hot spot sejak Agustus hingga September ini sudah mencapai 512 titik. TERRA/AQUA mengungkap terdapat 603 titik hot spot. Meskipun musim hujan diperkirakan turun pada bulan Oktober, tim Satgas Karhutla optimistis, berdasarkan prakiraan dari BMKG, Senin siang ada enam daerah di Kalimantan Selatan berpotensi hujan lokal.

"Kita berharap juga BMKG bisa menyampaikan langsung potensi hujan karena, kalau pagi hari cerah, nah untuk siang hari itu ada enam kabupaten dan kota yang berpotensi hujan lokal. Ini meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Bumbu," ujar Sahruddin, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalimantan Selatan.

Hingga Senin ini, luasan hutan dan lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan sudah mencapai 4.596 hektare, luasan hutan yang terbakar adalah 1.538 hektare, yang tersebar di kabupaten dan kota.


Kabut Asap Sebabkan Penerbangan ke Natuna Terganggu:

[Gambas:Video 20detik]

(tor/tor)