Kata Istana soal Surat Trisakti Beri Jokowi Gelar Putera Reformasi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Minggu, 22 Sep 2019 12:02 WIB
Ali Mochtar Ngabalin (M. Bakrie/detikcom)
Jakarta - Surat dari Universitas Trisakti yang isinya hendak menganugerahi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'Putera Reformasi' beredar di media sosial. Pihak Istana memberikan tanggapan.

Untuk diketahui, surat tersebut ramai dibahas di media sosial dan menuai pro-kontra. Beberapa pihak mempertanyakan dasar Trisakti hendak memberikan gelar 'Putera Reformasi' ke Jokowi.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut pihak Trisakti sebaiknya menjawab sejumlah sorotan tersebut. Dia menegaskan Presiden Jokowi bukanlah tipikal orang yang ingin selalu dipuji.


"Tentu nanti yang menjawab itu adalah Trisakti karena Presiden Joko Widodo sendiri itu kalau orang Jawa bilang, nyuwun sewu ya, mohon maaf, nyuwun sewu, tidak pergi ke sana-kemari, cari-cari muka untuk dihormati, dipuja, dipuji, Presiden Jokowi tidak begitu karakternya," kata Ngabalin sat dihubungi, Minggu (22/9/2019).

"Pak Jokowi itu wong ndeso, alami, hidupnya tidak terpisahkan dari hidup sebagai seorang masyarakat biasa yang dianugerahi Allah SWT dengan kuasa sebagai presiden. Jadi kalau Jokowi itu penampilannya ya begitu, makannya seadanya, tidak ke sana-kemari untuk disanjung-sanjung, dipuji. Jokowi wong Solo, wong ndeso, jadi biasa-biasa saja ya," imbuh Ngabalin.

Selanjutnya
Halaman
1 2