Round-Up

Mempertanyakan Dasar 'PKB Gantikan PKB' di Pos Menpora

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Sep 2019 08:06 WIB
Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Andhika Prasetia/detikcom).
Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebagai pelaksana tugas (Plt) Menpora menggantikan Imam Nahrawi yang menjadi tersangka suap dana hibah KONI dan penerimaan lain berkaitan dengan jabatannya.

"Terkait dengan posisi Menpora, Bapak Presiden kemarin sudah menerima surat pengunduran diri dari Pak Imam Nahrawi. Tadi Bapak Presiden sudah menandatangani Keppres pemberhentian Imam Nahrawi sebagai Menpora dan mengangkat Saudara Hanif Dhakiri sebagai Plt Menpora," kata Mensesneg Pratikno di Istana, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Keputusan Jokowi menunjuk Hanif yang merupakan kader PKB menjadi pertanyaan karena posisinya menggantikan Imam yang juga kader PKB.


Jokowi pun mengungkapkan pertimbangannya memilih Hanif. Selain pertimbangan soal parpol, pertimbangan lainnya kerena beberapa menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK terpilih menjadi anggota DPR RI 2019-2024.

"Ada beberapa pertimbangan, karena ada beberapa menteri dilantik anggota DPR pada 1 Oktober," ujar Pratikno.

Pratikno mengiyakan saat ditanya pertimbangan lain karena latar belakang parpol. Imam Nahrawi, yang mundur dari Menpora, serta Hanif sama-sama kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Iya, salah satunya itu," katanya.

Presiden Jokowi sudah menandatangani Keppres pemberhentian Imam Nahrawi dari jabatan Menpora pada hari ini. Imam sebelumnya sudah mengajukan surat pengunduran diri ke Jokowi

"Tadi presiden tanda tangani Keppres pemberhentian Imam Nahrawi sebagai Menpora dan mengangkat Hanif Dhakiri jadi Plt. Jadi rangkap jabatan selain menjabat sebagai Menaker," sambung Pratikno.


Pengamat politik Rico Marbun memberikan pandangannya. Menurut Rico, pertimbangan Jokowi memilih Hanif atas dasar parpol dikarenakan pada periode Kabinet Kerja Jokowi-JK jatah Menpora diduduki oleh PKB.

"Kalau dari sisi kalkulasi politik Menpora itu kan pada periode lalu itu kan jatahnya PKB kan, sehingga kalau misalkan direshufle dan diberikan kepada orang lain selain PKB itu kan akan menimbulkan kegaduhan yang baru, sehingga wajar saja kalu yang dilakukan Pak Jokowi ini ingin memberikan semacam koalisi politik itu khusnul khotimah," jelas Rico.

Menurut Rico, Jokowi bisa saja akan sangat menyinggung PKB jika posisi Menpora diberikan kepada orang lain yang bukan PKB.

"Tetapi kalau itu orangnya baru tapi dari PKB juga itu rasanya nggak mungkin, karena hanya menjabat hanya satu bulan, kan tidak ada artinya, sehingga dicarilah dari orang PKB yang juga ada di dalam kabinet. Jadi saya pikir itu lah cara Pak Jokowi ingin menjaga khsusnul khatimah koalisi politik sehingga tidak ada kegaduhan yang tidak perlu," tuturnya.


Selain itu, ditunjuknya Hanif menurut Rico bisa saja memperkuat spekulasi jika Hanif akan menduduki jabatan Menpora pada periode Jokowi berikutnya. Namun Rico juga memandang bahwa Kabinet Jokowi yang baru bisa saja diisi dengan perhitungan politik yang baru, dengan arti ada peluang orang lain yang mengisi jabatan Menpora di periode berikutnya.

"Tapi dia pakai Dhakiri (untuk menggantikan Imam Nahrawi), berarti Dhakiri ini sosok yang bisa diterima oleh Pak Jokowi, bisa diterima juga oleh PKB, kan dia tidak mengundang orang lain, tokoh PKB yang lain yang selama ini menjadi timses Pak Jokowi, ini kan tidak dilakukan, tapi itu dia tetap ke Dhakiri. Jadi kita bisa nilai bahwa Pak Hanif Dhakiri punya posisi yang spesial dan cukup baik, baik dari Pak Jokowi maupun di sisi Muhaimin (Ketum PKB)," imbuhnya. (nvl/gbr)