"Kabut asapnya udah ada hampir satu bulan, tapi parahnya semalam sama hari ini," kata salah satu warga Padangsidimpuan, Ismail, Jumat (20/9/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau lagi ke luar rumah terasa sesak," ucapnya.
Kabut asap di Padangsidimpuan pukul 09.00 WIB (Foto: pembaca detikcom) |
Sebelumnya, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (20/9) pukul 09.00 WIB, jumlah titik api di Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 532 titik. Padahal pada Kamis (19/9) pukul 16.00 WIB, titik api berjumlah 194 titik.
Selain di Sumsel, titik api bertambah di Jambi, dari sebelumnya 105 titik menjadi 695 titik api. Titik panas karhutla di Riau yang pada Kamis (19/9) berjumlah 14 titik kini bertambah menjadi 187.
Kualitas udara di ketiga wilayah itu pun dinyatakan tak sehat karena kabut asap yang timbul. Bahkan kualitas udara di Sumsel dikategorikan berbahaya.
Blak-blakan Aditya Bayunanda: Cukong Lahan dan Kebakaran Hutan:
(haf/fdn)











































Kabut asap di Padangsidimpuan pukul 09.00 WIB (Foto: pembaca detikcom)