Bamsoet Sesalkan Kericuhan di Munaslub MKGR di Hotel Sultan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 19 Sep 2019 17:25 WIB
Foto: Bamsoet nyatakan didukung MKGR. (Dok pribadi).
Jakarta - Bambang Soesatyo yang hendak maju sebagai calon Ketum Golkar menyesalkan adanya kericuhan ormas sayap partai di Hotel Sultan, Jakarta. Ini menurutnya terjadi saat Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) memberikan dukungan untuk dirinya maju sebagai caketum Golkar.

"Walaupun acara hari ini diwarnai kerusuhan, tapi Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan MKGR. Derasnya dukungan yang datang menandakan derasnya gemuruh kader menjemput kembali kejayaan Partai Golkar," ungkap Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/9/2019).

Acara di Hotel Sultan hari ini disebut Bamsoet sebagai acara dukungan sekaligus Munaslub MKGR. Ia menyatakan terjadi penganiayaan dan perusakan terhadap sejumlah sarana dan barang di Hotel Sultan.

Menurut Bamsoet, acara yang semula berjalan tertib lalu tiba-tiba diserbu oleh pihak yang disebutnya sebagai preman dari DPP Golkar. Sejumlah peserta diklaim Bamsoet mengalami luka-luka akibat terkena bacokan parang dan senjata tajam. Ada 14 orang yang menurutnya dibawa ke rumah sakit.


"Saya dengar dari panitia, seyogyanya acara hari ini akan dilakukan di kantor DPP Partai Golkar Slipi. Namun apa daya panitia dilarang masuk. Akhirnya panitia membuat acara di hotel Sultan ini. Di sini pun akhirnya mereka serbu juga," sebut Bamsoet.

Dia pun meminta kepada para pendukungnya untuk tidak membalas. Bamsoet mengingatkan, hati boleh panas tapi kepala harus tetap dingin.

"Kekerasan tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Kita harus membalasnya dengan kasih sayang dan memaafkan" tutur Ketua DPR itu.

Bamsoet menyebut acara yang diwarnai kericuhan itu turut dihadiri sejumlah undangan. Salah satunya adalah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

"Saya malu juga. Ada Mas Hasto Sekjen PDIP datang di acara itu sebagai tamu. Dan hadir juga Komjen Pol Dharma Pongrekun," ucap Bamsoet.

Bamsoet Sesalkan Kericuhan di Munaslub MKGR di Hotel SultanFoto: Bamsoet nyatakan didukung MKGR. (Dok pribadi).

Bamsoet lalu menyoroti soal turunnya suara Partai Golkar dan perolehan kursi Golkar di DPR RI. Ia memaparkan, usai Reformasi 1998 bergulir, di Pemilu 1999 Golkar berhasil memperoleh 23,742 juta suara nasional (22,4 persen) dengan kursi DPR RI sebanyak 120 dari 462 (26 persen). Di Pemilu 2004, suara nasional mencapai 24,480 juta (21,6 persen) dengan perolehan kursi DPR RI 128 dari 550 (23,2 persen).

Kemudian di Pemilu 2009, perolehan suara nasional mencapai 15,037 juta (14,5 persen) dengan perolehan kursi DPR RI 107 dari 560 (19 persen). Sedangkan di Pemilu 2014, perolehan suara nasional sebesar 18,432 juta (14,8 persen) dengan perolehan kursi DPR RI 91 dari 560 (16,3 persen).

"Pemilu 2019 adalah masa keprihatinan lantaran perolehan suara hanya 17,229 juta (12,31 persen) dengan perolehan kursi 85 dari 575 (14,8 persen). Turunnya suara Partai Golkar dan perolehan kursi DPR RI pada Pemilu 2019 harus menjadi evaluasi bersama. Hal ini tidak boleh terjadi lagi pada Pemilu mendatang," tegas Bamsoet.
Selanjutnya
Halaman
1 2