detikNews
Selasa 17 September 2019, 16:05 WIB

Sejarah Surah Ali Imran yang Dikutip Putin untuk Damaikan Yaman

Lusiana Mustinda - detikNews
Sejarah Surah Ali Imran yang Dikutip Putin untuk Damaikan Yaman Surah Ali Imran ayat 130. Foto: shutterstock
Jakarta - Konflik berkepanjangan di Yaman membuat Presiden Rusia, Vladimir Putin angkat bicara. Ia juga meminta pihak-pihak yang bertikai di Yaman untuk berdamai dan menghentikan peperangan.

Putin yang sedang berada di Ankara, Turki bahkan mengutip Surah Ali Imran ayat 103 untuk mengingatkan pihak pihak yang berperang. Seperti apa isi surat Al Imran ayat 103.


Dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 103 disebutkan:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali Imran [3]: 103)

Putin mengutip ayat suci Alquran setelah mendapat persetujuan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan Presiden Iran Hassan Rouhani. Kedua pemimpin tersebut mengutuk invasi militer pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman yang sudah menyebabkan ratusan ribu orang tewas dalam lima tahun terakhir.

Melihat kejadian ini, ada makna sejarah di balik surah Ali Imran ayat 103. Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al-Baidhawi disebutkan, pada zaman jahiliyah sebelum Islam, ada dua suku yaitu Suku Aus dan Khazraj yang selalu bermusuhan selama 120 tahun. Permusuhan kedua suku ini berakhir setelah Nabi Muhammad SAW berdakwah kepada mereka.

Pada akhirnya Suku Aus: yaitu kaum Anshar dan Suku Khazraj hidup berdampingan dengan damai. Sampai suatu saat Syas Ibn Qais, seorang Yahudi melihat Suku Aus dan Khazraj duduk berdampingan sehingga Qais merasa iri dengan kedamaian mereka. Lalu ia menyuruh pemuda Yahudi duduk bersama Suku Aus dan Khazraj untuk menyinggung perang "Bu'ast" yang pernah terjadi diantara mereka lalu masing-masing suku terpancing dan saling caci maki.

Rasulullah SAW pun kembali menasihati mereka dengan kata-kata: Apakah kalian termakan fitnah jahiliyah, bukankah Allah telah mengangkat derajat kamu semua dengan agama Islam dan menghilangkan dari kalian semua yang berkaitan dengan Jahiliyah?

Setelah mendengar nasihat Rasul, mereka sadar dan saling berpelukan. Peristiwa ini mengingatkan kita untuk tidak terpecah belah, terutama sesama kaum Muslim.

Sedangkan Menurut keterangan dari Al-Zamakhsyari (467-538 H) dalam Tafsir Al-Kasysyaf (1998: Vol. 1, 601) ayat ini menjelaskan sebuah larangan untuk bercerai-berai seperti zaman jahiliyah dulu yang saling bermusuhan satu sama lain hingga terjadi peperangan di antara mereka. Ayat dari surah al-Imran ayat 103 juga melarang untuk mengucapkan kata-kata yang menimbulkan konflik dan perpecahan.


(lus/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com