detikNews
Senin 16 September 2019, 21:52 WIB

Pencari Suaka Kembali ke Kebon Sirih, Anies: Mensos Sudah Siapkan Tempat

Arief Ikhsanudin - detikNews
Pencari Suaka Kembali ke Kebon Sirih, Anies: Mensos Sudah Siapkan Tempat Pencari Suaka di Kebon Sirih. (Foto: Arief/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menelepon Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita soal kembalinya pencari suaka ke Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Anies akan memastikan lokasi baru untuk pencari suaka yang pernah dibicarakan dengan Mensos.

"Yah ini memang terjadi di wilayah Jakarta. Wewenang ada di pemerintah pusat. Saya akan telepon Pak Mensos karena pak Mensos waktu itu sudah siapkan tempat di (Jakarta) timur, Cilangkap itu. Ada tempat Kemensos punya tempat di sana," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (16/9/2019).



Anies menyebut pencari suaka menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Sehingga, dia berharap pencari suaka akan segera ditempatkan di lokasi milik Kemensos.

"Terus mereka siapkan tempat di situ. Nanti saya minta supaya biar ditangani di sana," ucap Anies.

Anies akan tetap meminta pertanggungjawaban dari pemerintah pusat. Adanya pencari suaka di Jakarta pun karena Jakarta berstatus sebagai ibu kota dan terdapat kantor UNHCR.

"Lalau nggak ada UNHCR barangkali mereka juga nggak datang ke sini. Ini kan kantornya di sini, kantornya di Kebon Sirih pula. Jadi saya akan koordinasi dengan pusat, untuk pusat mau menghandle itu," ucap Anies.





Anies menyebut adanya pencari suaka di trotoar bukan soal pelanggaran. Hal itu adalah masalah yang harus diselesaikan.

"Kalau soal pelanggaran itu hal lain. Pelanggaran ada hukumnya warga negara mana pun kalau melakukan pelanggaran di Indonesia bisa dikenai sanksi bahkan kalau perusakan pun bisa kena pidana. Jadi kalau pelanggaran dikenai, tapi ini kasus-kasus yang bukan pelanggaran. Kalau pelanggaran bisa diproses hukum," ucap Anis.

Sebelumnya, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut pihaknya akan menampung para pencari suaka yang masih bertahan di Kalideres, Jakarta Barat. Agus mengatakan para pencari suaka akan ditempatkan di Balai Kemensos di Bambu Apus, Jakarta Timur.

"Di sisi kemanusiaan ini lah kita harus mengedepankan bahwa harus ada yang memberikan perhatian kepada pengungsi asing itu. UNHCR kita lihat mungkin ada batasan tertentu yang mereka bisa bantu. Pemda tentu juga kita lihat tentu ada batasan tertentu, pemerintah pusat juga siap," ujar Agus di gedung Kemensos, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (6/9).

Kemensos memilih Bambu Apus sebagai lokasi penampungan untuk pencari suaka. Tempat itu dipilih atas dasar keamanan agar tidak terjadi konflik sosial antara pengungsi dan warga setempat.

"Akan kami cari tempat dan tempatnya ini insyaallah akan tidak dekat dengan masyarakat sekitar. Dalam tanda petik tempat ini terisolasi. Ini dalam upaya kita untuk mencegah agar tidak terjadi masalah sosial akibat keberadaan pengungsi asing ini," kata Agus.

"Kita sudah siapkan di Bambu Apus. Kita punya salah satu balai yang keberadaannya cukup baik, representatif, bersih seperti asrama, sehingga sangat manusiawi untuk mereka ditempatkan di sana," kata dia.

Seperti diketahui, pencari suaka kembali memasang tenda di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Mereka beraktivitas dan tidur di sekitar kantor UNHCR.

Pantauan detikcom di lokasi, Senin (16/9/2019) pukul 20.15 WIB, ada sekitar 13 tenda di depan pelataran sebuah bank yang tutup. Lokasinya, persis di samping kantor UNHCR di menara Ravindo.


(aik/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com