detikNews
Senin 16 September 2019, 15:43 WIB

Anies akan Pasang Filter Udara di Sekolah Dekat Pabrik Penyebab Polusi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Anies akan Pasang Filter Udara di Sekolah Dekat Pabrik Penyebab Polusi Foto: Anies Baswedan (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memasang alat filter udara di SDN 07 Cilincing, Jakarta Utara yang dekat dengan pabrik pembuatan arang dan peleburan aluminium. Tindakan ini sebagai langkah jangka pendek karena udara di sana terserang polusi dari pabrik.

"Kita akan kirim tim di situ untuk pemfilteran agar sekolah itu bisa bebas. Dalam jangka pendek itu dilakukan. Dalam jangka panjang ya industrinya harus bersih, jangan menimbulkan residu," ucap Anies Baswedan kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (16/9/2019).


Alat filter akan terpasang di ruang kelas. Dengan demikian, peserta didik bisa terhindar dari polutan ketika berada di dalam kelas.

"Tapi dalam jangka pendek agar anak tidak terekspos dengan polutan ketika mereka belajar. Khususnya pada saat dalam ruangan," kata Anies.

Anies mengaku pernah menerapkan filter pada beberapa sekolah di Indonesia saat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Alat yang digunakan adalah ciptaan dari profesor ITB.



"Saya pernah terapkan itu tahun 2015 di kawasan-kawasan yang ada kebakaran itu kami menggunakan penutup untuk ruang-ruang kelas semuanya. Sehingga tetap bisa sehat meski di luar ada asap," ucap Anies.

"Itu bukan teknologi jauh-jauh, itu buatan seorang profesor dari ITB yang kita undang kemudian kita tempatkan hal yang sama kita lakukan di sekolah-sekolah di Jakarta yang terekspos polutan yang cukup tinggi," kata Anies.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengaku sudah menindak pabrik arang dan peleburan alminium yang membuat polusi. Pabrik tersebut merupakan pabrik berskala usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Setelah didata oleh Dinas LH, terdapat 23 kegiatan usaha pembakaran arang, dan 2 kegiatan usaha peleburan alminium. Pembakaran arang beroperasi 24 jam nonstop.


Camat Cilincing dan Satpel LH Cilincing melaksanakan koordinasi dengan peleburan alminium pada 21 Agustus 2019. Ada beberapa keputusan yang didapat termasuk penghentian produksi.

"Para pengusaha menyanggupi penghentian kegiatan pembakaran arang dan aluminium dan beralih profesi menjadi penyalur arang dari luar kota. Pemilik usaha meminta waktu selama 1 (satu) bulan untuk menyelesaikan pesanan dan kewajiban usaha kepada pihak lain," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih, dalam keterangannya, Jumat (13/9).

"Para pengusaha pembakaran arang dan aluminium juga bersedia hanya melakukan pembakaran pukul 18.00 sampai dengan 06.00 WIB dan apabila ada laporan pengaduan warga terkait pencemaran kegiatan usaha pembakaran arang dan aluminium kembali akan dilakukan kajian ulang atas kesepakatan tersebut," sambung Andono.
(aik/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com