detikNews
Minggu 15 September 2019, 12:31 WIB

Siswa Bertaruh Nyawa di Jembatan Maut, Pemkab Pidie: Segera Diperbaiki

Agus Setyadi - detikNews
Siswa Bertaruh Nyawa di Jembatan Maut, Pemkab Pidie: Segera Diperbaiki Foto: Siswa-siswa bertaruh nayawa untuk sekolah (Agus-detikcom)
Banda Aceh - Siswa dari tiga desa di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh bertaruh nyawa saat melewati jembatan gantung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie mengaku akan memperbaiki jembatan lapuk tersebut dalam waktu dekat.

"Sudah kita anggarkan untuk perbaikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P) tahun 2019. Artinya dalam waktu dekat akan kita perbaiki," kata Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (15/9/2019).

Menurutnya, jembatan gantung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat setempat. Perbaikan jembatan ini pernah dilakukan tapi sudah lama.

"Saya yakin jembatan gantung tersebut sudah pernah diperbaiki di waktu yang lalu, mungkin sudah agak lama. Maka itu kondisi sekarang dalam keadaan rusak parah dan akan kita perbaiki lagi. Jembatan gantung ini sangat penting bagi masyarakat kita," jelas Fadhlullah.



Fadhlullah menjelaskan, di Kabupaten Pidie saat ini masih banyak membutuhkan jembatan gantung untuk mendekatkan hubungan antar perkampungan dan membuka keterisoliran perkampungan. Selain itu, jembatan ini juga untuk membuka akses ke wilayah-wilayah pertanian dan perkebunan

Namun sebagian jembatan kondisinya sudah kurang baik. Pemkab, jelas Fadhlullah akan memperbaiki secara bertahap.

"Secara bertahap pasti akan kita perbaiki dan akan kita bangun baru jika belum ada dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, serta akan kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran Kabupaten Pidie," jelasnya.



Seperti diketahui, Kondisi jembatan gantung yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Delima, Pidie, Aceh sangat memprihatinkan. Saat melewati jembatan lapuk tersebut, para siswa seolah bertaruh nyawa, ada siswa yang pernah tercebur ke sungai dan warga terperosok.

Jembatan sepanjang 14 meter ini membelah sungai Krueng Baro yang terletak di Desa Keutapang Aree, Kecamatan Delima. Jembatan lapuk ini menghubungkan tiga desa yakni Pante Aree, Keutapang Aree, dan Mesjid Aree dengan jalan aspal yang dilintasi angkutan umum.

Saat ini, kondisi jembatan sudah tidak layak untuk dilewati. Beberapa bagian jembatan sudah bolong dan tidak ada lantai. Selain itu, papan yang dipakai juga sudah lapuk. Jika tidak hati-hati saat melewatinya, warga bisa tercebur ke sungai.



"Sudah ada siswa sekolah satu orang yang jatuh ke dasar sungai karena terperosok. Orang dewasa ada yang terperosok kaki tapi tidak jatuh Ke sungai," kata Kepala Desa Keutapang Aree Jawahir, saat dimintai konfirmasi, Minggu (15/9).
(agse/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com