detikNews
Minggu 15 September 2019, 11:57 WIB

AirVisual: Udara di Simpang Jambi dan Palangka Raya Berbahaya!

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
AirVisual: Udara di Simpang Jambi dan Palangka Raya Berbahaya! Kabut Asap di Sumatera (Antara Foto)
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Jakarta - Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengganggu kesehatan. Bahkan, kualitas udara di Simpang, Jambi, masih dalam status berbahaya. Kondisi kualitas udara ini dihimpun dari data AirVisual sampai data kualitas udara BMKG.

Data Air Quality Index (AQI) yang digunakan AirVisual menunjukkan bahwa kualitas udara di beberapa titik karhutla masih tidak sehat hingga berbahaya.

Untuk diketahui, AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.


Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Data termutakhir, Minggu (15/9/2019) wilayah Simpang, Jambi, berada di angka 448 AQI US alias berada dalam kondisi berbahaya pada pukul 09.00 WIB. Sedangkan Sampit berada pada angka 161 AQI US alias tidak sehat pada pukul 10.00 WIB. Sedangkan Pekanbaru, Riau, juga memiliki kualitas udara tidak sehat dengan angka 163 AQI US pada pukul 09.00 WIB.

Sementara itu, data terakhir pada pukul 23.00 WIB, Sabtu (14/9) Palangka Raya berada pada angka 655 AQI US.



Sedangkan jika merujuk pada data kualitas udara BMKG, udara di beberapa wilayah yang mengalami karhutla juga masih dalam kondisi tidak sehat. BMKG memakai Nilai Ambang Batas (NAB) adalah Batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. NAB PM10 = 150 µgram/m3. Dengan kategori baik 0-50, sedang 50-150, tidak sehat 150-250, sangat tidak sehat 250-350, dan berbahaya 350 lebih.

Berdasarkan data terakhir Minggu (15/9), Jambi berada pada angka 95,86 µg/m³ alias sedang. Sedangkan Pontianak berada di angka 226,13 µg/m³ dan Pekanbaru 196,07 µg/m³, keduanya masuk kategori tidak sehat. Data ditampilkan di situs BMKG.


Kondisi kualitas udara ini juga dapat dipantau di Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Dinas Lingkungan Hidup (KLHK). Datanya ditampilkan di situs KLHK.

Berdasarkan data pada Sabtu (14/9) pukul 15.00 WIB, kualitas udara di Palangka Raya dalam kondisi berbahaya. Sementara itu, kondisi udara Pekanbaru ada di taraf sangat tidak sehat.
(rdp/imk)
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com