detikNews
2019/09/14 19:32:14 WIB

Buka Suara soal Status Tersangka, Veronica Koman Merasa Dikriminalisasi

Haris Fadhil - detikNews
Halaman 1 dari 2
Buka Suara soal Status Tersangka, Veronica Koman Merasa Dikriminalisasi Asrama mahasiswa Papua (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Jakarta - Veronica Koman angkat bicara soal dirinya yang menjadi tersangka kasus dugaan provokasi terkait rusuh di asrama mahasiswa Papua, Surabaya. Menurutnya, dirinya sedang mengalami kriminalisasi.

"Saya, Veronica Koman, dengan kesadaran penuh, selama ini memilih untuk tidak menanggapi yang dituduhkan oleh polisi lewat media massa. Hal ini saya lakukan bukan berarti karena semua yang dituduhkan itu benar, namun karena saya tidak ingin berpartisipasi dalam upaya pengalihan isu dari masalah pokok yang sebenarnya sedang terjadi di Papua. Kasus kriminalisasi terhadap saya hanyalah satu dari sekian banyak kasus kriminalisasi dan intimidasi besar-besaran yang sedang dialami orang Papua saat ini," kata Veronica dalam keterangan yang diunggah di akun Twitter-nya, Sabtu (14/9/2019).



Dia kemudian mengkritik pemerintah yang dinilainya tidak kompeten menyelesaikan konflik berkepanjangan di Papua. Veronica menyebut ketidakmampuan pemerintah itu membuat harus adanya kambing hitam padahal cara seperti ini, katanya, malah memperuncing konflik.

"Pemerintah pusat beserta aparaturnya nampak tidak kompeten dalam menyelesaikan konflik berkepanjangan di Papua hingga harus mencari kambing hitam atas apa yang terjadi saat ini. Cara seperti ini sesungguhnya sedang memperdalam luka dan memperuncing konflik Papua," jelasnya.



Veronica mengaku menolak segala upaya pembunuhan karakter yang dianggapnya sedang terjadi pada dirinya. Polisi, kata Veronica, telah berlebihan dallam mengkriminalisasi dirinya.

"Saya menolak segala upaya pembunuhan karakter yang sedang ditujukan kepada saya, pengacara resmi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Kepolisian telah menyalahgunakan wewenangnya dan sudah sangat berlebihan dalam upayanya mengkriminalisasi saya, baik dalam caranya maupun dalam melebih-lebihkan fakta yang ada," ujar Veronica.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com