Imbas Asap Pekat Karhutla, Santri di Ponpes Pekanbaru Pulang Kampung

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Sabtu, 14 Sep 2019 13:48 WIB
Pondek Pesantren Umul Qura (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pondek Pesantren Umul Qura (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pekanbaru - Pondok Pesantren Umul Qura Pekanbaru terdampak asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah santri dari luar Riau pun pulang kampung menghindari asap pekat.

"Di pondok pesantren kami, sejumlah santri dari luar Riau memilih pulang ke kampung halamannya. Mereka khawatir sakit karena asap," kata Ketua Pembina Yayasan Ponpes Umul Qura Ibnu Masud kepada detikcom, Sabtu (14/9/2019).



Ibnu menjelaskan ponpes yang dikelolanya di Jalan Air Hitam, Pekanbaru, ini sudah diliburkan. Sejumlah santri setingkat SMP dan SMA sudah tidak mondok lagi. Ada 188 santri di Ponpes Umul Quro tersebut.

"Padahal di tempat kita ada ruang belajar pakai AC, masjid pakai AC. Namun orang tua para santri tetap khawatir anaknya jatuh sakit karena asap," kata Ibnu.





Jadi saat ini, katanya, seluruh santri yang berasal dari luar Riau diminta orang tuanya untuk pulang kampung. Para orang tua mereka tak ingin anaknya di Pekanbaru terpapar asap pekat yang rentan penyakit.

"Santri kami ada berasal dari Sumut, Batam, Sumbar, Jambi, dan Bengkulu. Mereka semuanya pulang kampung karena asap ini," kata Ibnu.



Menurut Ibnu, kebijakan meliburkan ini karena sudah ada instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Pemkot Pekanbaru. Sekalipun pondok pesantren di bawah binaan Departemen Agama, mereka tetap merujuk kebijakan pemda.

"Memang ponpes di bawah Depag, namun Depag kan juga dapat surat dari pemerintah daerah untuk meliburkan semua siswa. Jadi kita pun ikut aturan itu karena memang kondisi asap masih pekat saat ini," kata Ibnu.

(cha/idn)