detikNews
Jumat 13 September 2019, 19:53 WIB

Pemprov DKI: Pabrik Arang Penyebab Polusi Sudah Ditindak

Arief Ikhsanudin - detikNews
Pemprov DKI: Pabrik Arang Penyebab Polusi Sudah Ditindak Foto: Gedung Balai Kota DKI Jakarta. (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengaku sudah menindak pabrik arang dan peleburan almunium yang membuat polusi. Pabrik tersebut merupakan pabrik bersekala usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Lokasi pembuatan arang dan peleburan alumunium terletak di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Warga sudah mengeluh pencemaran udara tersebut.

"Warga sekitar berulang kali melakukan protes warga atas kegiatan pembakaran arang dan peleburan alumunium yang dilakukan oleh puluhan UKM tersebut," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih, dalam keterangannya, Jumat (13/9/2019).



Setelah didata oleh Dinas LH, terdapat 23 kegiatan usaha pembakaran arang, dan 2 kegiatan usaha peleburan almunium. Pembakaran arang beroperasi 24 jam nonstop.

Dinas LH pernah melakukan pengukuran kualitas udara pada 25-26 Mei 2016 di sekitar kawasan. Hasilnya, asap yang dihasilkan tidak baik untuk kesehatan.



"Hasil analisa didapati parameter NO2 dan H2S melebihi baku mutu. Paparan NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit pada manusia menyebabkan kesulitan dalam bernapas dan H2S menyebabkan bau yang mengganggu kenyamanan lingkungan," ucap Andono.



Camat Cilincing dan Satpel LH Cilincing melaksanakan koordinasi dengan peleburan almunium pada 21 Agustus 2019. Ada beberapa keputusan yang didapat termasuk penghentian produksi.

"Para pengusaha menyanggupi penghentian kegiatan pembakaran arang dan alumunium dan beralih profesi menjadi penyalur arang dari luar kota. Pemilik usaha meminta waktu selama 1 (satu) bulan untuk menyelesaikan pesanan dan kewajiban usaha kepada pihak lain," kata Andono.

"Para pengusaha pembakaran arang dan alumunium juga bersedia hanya melakukan pembakaran pukul 18.00 sampai dengan 06.00 WIB dan apabila ada laporan pengaduan warga terkait pencemaran kegiatan usaha pembakaraan arang dan alumunium kembali akan dilakukan kajian ulang atas kesepakatan tersebut," sambung Andono.



Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengancam akan menutup pabrik yang menyebabkan polusi. Anies menyebut hal itu bagian dari Instruksi Gubernur (Ingub) 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

"Begini satu itu (pabrik di) Cakung lalu ada lagi pembuatan arang itu juga melakukan pembakaran, itu tidak boleh, dan ini yang salah satu bagian dari Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 semua kegiatan yang menyisakan asap itu harus ada ukurannya," ucap Anies Baswedan kepada wartawan, Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (13/9).

Anies tidak segan menutup pabrik yang melanggar ketentuan. Dalam waktu dekat, dia mengatakan ada penertiban atau inspeksi bagi pabrik-pabrik arang.

"Penutupan pun mungkin dilakukan, jadi kita sekarang sedang proses untuk yang (pabrik) arang, nanti akan diproses semuanya bahkan seluruh cerobong-cerobong asap semua perusahaan hari ini, bukan hari ini sejak ada instruksi itu semua diukur," ucap Anies.
(aik/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com