Organda Sumbar Minta Aparat Pelaku Pungli Ditindak
Jumat, 28 Okt 2005 00:09 WIB
Padang - Menghadapi lebaran tahun ini, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat (Sumbar) menghimbau agar oknum aparat tidak menjadikan uji kelaikan angkutan lebaran sebagai ajang pungutan liar (pungli). Selama ini, pungli masih menjadi momok yang membuat jengkel para sopir dan pengusaha angkutan."Kita mendukung upaya Dinas Perhubungan melakukan uji kelaikan, namun jangan sampai hal itu menjadi arena pungli bagi aparat-aparat nakal," ujar ketua Organda Sumbar Darman Syarif ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Kamis (27/10/2005).Dikatakan Darman, untuk menghadapi peningkatan penumpang menjelang dan sesudah lebaran tahun ini, pihaknya sudah menyiapkan armada yang dibutuhkan. "Kita sudah siap, baik untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun bus antar kota dalam propinsi (AKDP)," terangnya.Menanggapi permintaan Organda, Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Zul Evi Astar menyatakan pihaknya akan menindak oknum aparat yang berani melakukan pelanggaran dalam tugas. Dia menjelaskan, untuk pengamanan lebaran, pihaknya akan bekerjasama dengan Polri, Jasa Raharja, Dinas Prasarana Jalan, Dinas Kesehatan, PT. Angkasa Pura II, Pelindo dan Pelni. "Terdapat sekitar 56 titik rawan pelangaran lalu lintas, 60 titik rawan kecelakanan, 30 titik rawan longsor, dan 49 titik rawan macet di Sumbar menjelang lebaran tahun ini," jelas Zul Evi.
(atq/)











































