Wabup Bogor Bantah Ada Kawin Kontrak di Puncak: Itu Rekayasa Prostitusi

Sachri - detikNews
Jumat, 13 Sep 2019 13:46 WIB
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan (Sachril/detikcom)
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan (Sachril/detikcom)
Bogor - Kawasan Puncak Kabupaten Bogor kerap kali diidentikkan dengan adanya praktik kawin kontrak. Namun Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menegaskan tidak ada kawin kontrak di Puncak

"Saya itu orang Cisarua, lahir di Cisarua. Saya tegaskan di Puncak itu tidak ada kawin kontrak. Itu mah yang ada di film," kata Iwan Setiawan seusai Jumat Keliling di Masjid Jamie Al-Barokah RT 5 RW 8, Desa Parakan Jaya, Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat (13/9/2019).

Menurut Iwan, Puncak terstigma dengan 'kawin kontrak' setelah muncul film 'Kawin Kontrak di Gunung Mas'. Setelah muncul film itu, Puncak kerap kali diidentikan dengan kawin kontrak.

"Kan dulu pernah bikin film 'Kawin Kontrak di Gunung Mas', waktu saya jadi figurannya. Karena itu, Puncak identik dengan kawin kontrak," tutur Iwan.

Iwan mengatakan kawin kontrak hanya ada di zaman khulaf. Iwan menegaskan kawin kontrak hukumnya haram.




"Kawin kontrak itu zaman dulu, zaman khulaf, sekarang mut'ah itu dilarang. Haram," tegas dia.

Lebih lanjut, Iwan mengatakan kawin kontrak ini hanya untuk 'melegalkan' maksiat.

"Di Puncak ini, bagaimana paham dari Saudi, dilegalkan maksiat dia, diiming-imingi para sopir, syahwat, para guide-nya ya, di sini bisa kawin kontrak ini-ini, akhirnya terbawa," jelasnya.

Iwan mengatakan hal demikian karena dia pernah tinggal lama di Cisarua. Menurutnya, kawin kontrak hanya sebuah rekayasa prostitusi yang dibungkus seolah-olah hal ini legal.

"Sebetulnya saya tinggal lama di situ (Cisarua), nggak ada yang terbuka di Majelis atau rumah, hotel, masyarakat melihat, nggak ada. Itu rekayasa prostitusi yang dibungkus dengan pura-pura legal," tandasnya.

(mei/mei)