detikNews
2019/09/12 11:56:36 WIB

Surati DPR soal Capim Firli-Johanis, KPK Ingin Cegah Risiko Politik

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Surati DPR soal Capim Firli-Johanis, KPK Ingin Cegah Risiko Politik Foto: dok detikcom
Jakarta - Komisi III DPR ternyata sudah menerima surat dari KPK tentang rekam jejak calon pimpinan (capim) KPK. Setidaknya, ada dua surat yang diterima anggota Dewan, yaitu soal Firli Bahuri dan Johanis Tanak.

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa menyampaikan isi surat mengenai Firli sebagai capim KPK terkait dugaan pelanggaran kode etik berat semasa menjabat Deputi Penindakan KPK. Namun, berkaitan dengan Johanis, Desmond tidak menyampaikan secara gamblang.




"Agak aneh seorang pimpinan KPK hari ini melakukan penyerangan di detik-detik terakhir. Ini luar biasa sekali, sudah bukan sesuatu yang lumrah. Ini kenapa tidak sejak awal di Pansel. Ada ketakutan luar biasa, ada penolakan luar biasa. Ini kan aneh," kata Desmond di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Mengenai dua surat itu, KPK tidak secara tegas menyampaikan apa isinya karena dianggap rahasia. Namun KPK berharap DPR dapat melihat dengan jelas keinginan KPK sebagai lembaga antikorupsi yang independen.




"Seperti yang sudah disampaikan pimpinan KPK Saut Situmorang kemarin, KPK telah mengirimkan surat resmi ke DPR, khususnya Komisi III DPR RI, terkait rekam jejak calon pimpinan. Isinya tentu tidak dapat kami sampaikan karena sifat suratnya rahasia," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

"Nanti tinggal DPR yang diharapkan dapat memilah secara cermat jika memang memiliki keinginan agar KPK tetap independen dan pimpinannya tidak memiliki kedekatan dengan kekuatan politik tertentu. Karena hal tersebut, selain akan berisiko bagi KPK, juga berisiko bagi upaya membentuk politik yang berintegritas," imbuh Febri.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com