Pembunuhan Sespri Trimedya
Polisi Tepis Dugaan Pemerkosaan
Kamis, 27 Okt 2005 14:30 WIB
Jakarta - Sekretaris pribadi (sespri) anggota DPR Trimedya Panjaitan, Yuningsih alias Nungky, tewas mengenaskan di kontrakannya. Dia tewas tanpa mengenakan busana. Dia juga diperkosa? Polisi menepis dugaan itu. Hasil otopsi RSCM, terdapat luka di genital, yang diduga akibat senggama karena ditemukan sperma. "Celana korban terbuka, nyangkut di kaki kanan. Bajunya miring dan tali BH terlepas," ungkap dr Mun'im Idris yang melakukan otopsi terhadap korban. Selain itu, Mun'im juga menemukan bahwa urine korban mengandung zat psikotropika. Tapi, apakah zat psikotropika itu berasal dari narkotika atau obat-obatan biasa, belum diketahui secara pasti. Namun, polisi membantah tentang temuan adanya sperma di tubuh korban itu. "Tidak ditemukan sperma maupun bulu kemaluan pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Tanahabang Iptu Asep Suparman di kantor Mapolsek Tanahabang, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2005). Karena itu, Asep menegaskan tidak ada indikasi pemerkosaan terhadap korban. Dia menjelaskan, data dari RSCM yang dikirimkan ke polisi, tidak ada temuan sperma itu. Tetapi, Asep Suparman membenarkan bahwa hasil otopsi menunjukkan urine korban mengandung amphetamin. "Zat ini biasanya ada di ekstasi. Tetapi, bisa juga dari obat batuk atau obat diet. Belum diketahui secara pasti," ujar dia. Asep juga membeberkan bahwa penyebab kematian Nungky, akibat cekikan pada leher dan kepala ditenggelamkan ke dalam ember yang berisi air. Ditemukan juga bekas pukulan benda tumpul pada bagian kepala dan mulut. Namun, kata Asep, polisi belum menemukan alat benda tumpul yang digunakan untuk memukul lajang yang berparas ayu itu. "Ada kemungkinan kepala korban dibenturkan ke tembok atau ke lantai," ungkap dia. Mengenai luka di bagian dubur korban, polisi juga membatahnya. "Dubur dan vagina tidak luka yang diakibatkan kekerasan seksual. Luka itu akibat pembusukan mayat," ujar dia. HP dan Perhiasan Hilang Asep juga menjelaskan tentang hasil olah TKP yang telah dilakukan polisi. Hasil pemeriksaan polisi, ada dua HP milik korban hilang. Begitu juga dengan perhiasan korban. "Kita hanya menemukan surat-surat perhiasan, tanpa perhiasannya," ujar Asep. Nungky ditemukan tewas di kontrakannya di Rusun Benhil, Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (26/10/2005) sekitar pukul 14.00 WIB. Nungky ditemukan tewas dengan mengenaskan, tanpa busana, dan kepalanya dibenamkan ke dalam ember.
(asy/)











































