Ini Hasil Investigasi Kebakaran Bus di Bandara Ngurah Rai Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 11 Sep 2019 16:18 WIB
Foto: Investigasi kebakaran bus di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Aditya Mardiastuti-detikcom)
Foto: Investigasi kebakaran bus di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Aditya Mardiastuti-detikcom)
Denpasar - Investigasi penyebab kebakaran bus di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali telah selesai dilakukan. Hasilnya, ditemukan lemahnya quality control pemeliharaan bus hingga kurangnya pengetahuan pengemudi terkait penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dalam situasi darurat.

"Setelah seharian penuh Inspektur Bandar Udara dibantu personel PT Angkasa Pura I dan Polsek KP3U Bandara Ngurah Rai melaksanakan investigasi dapat disimpulkan beberapa hal berikut berkaitan dengan kebakaran APB tersebut, meliputi lemahnya quality control terhadap pemeliharaan APB PT Gapura Angkasa, kurangnya kepatuhan terhadap regulasi terkait peralatan Ground Support Equipment (GSE) khususnya Apron Passanger Bus (APB), dan kurangnya pengetahuan pengemudi APB untuk menggunakan APAR dalam kondisi darurat," kata Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusra Elfi Amir kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).


Dari kesimpulan investigasi itu, Elfi mengatakan pihaknya telah mengeluarkan 4 rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti. Di antaranya mengenai pedoman pemeliharaan bus angkutan penumpang di area bandara hingga peningkatan pengetahuan personel terkait penggunaan APAR.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan safety recomendation yang harus ditindaklanjuti oleh setiap stakeholder terkait meliputi pembuatan pedoman pemeliharaan peralatan APB, update peraturan terkait peralatan GSE, peningkatan pengetahuan personel dalam penggunaan APAR, dan konsistensi terhadap pedoman yang telah dibuat," terangnya.

Dia berharap dalam waktu dekat setiap stakeholder segera membuat correcitve action plan untuk rekomendasi keamanan tersebut. Sehingga bisa mempertahankan dan meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelayanan jasa angkutan di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

"Nggak ada (tenggat waktu), kami hanya melakukan pembinaan dan memberikan rekomendasi agar dilaksanakan," harap Elfi.

Kebakaran bus itu terjadi Jumat (6/9) pukul 13.24 Wita, dan sekitar 21 menit api berhasil dipadamkan. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, operasional bandara juga berjalan normal. (ams/idh)