Buka Pentas PAI, Kemenag Aceh Ingatkan Milenial Pentingnya Pahami Keberagaman

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 11 Sep 2019 05:19 WIB
Buka Pentas PAI, Kemenag Aceh Ingatkan Milenial Pentingnya Memahami Keberagaman (Foto: Agus Setyadi/detikcom)
Jakarta - Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) ke-4 tingkat Provinsi Aceh digelar di Banda Aceh. Lewat event ini, Kementerian Agama Aceh mengingatkan generasi milenial tentang pentingnya memahami keberagaman.

Pembukaan Pentas PAI digelar di Taman Sultanah Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Selasa (10/9/2019) malam. Acara dibuka dengan parade perwakilan setiap kabupaten/kota yang mengikuti kegiatan tersebut.

Proses pembukaan kemudian ditandai dengan penabuhan rapai secara bergantian oleh Staf Ahli Gubernur Aceh Darmansyah, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh M Daud Pakeh, serta Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. Event tersebut bakal berlangsung hingga 15 September mendatang.



Pentas PAI tahun ini mengusung tema "Keberagamaan Generasi Millenial yang Moderat". Dalam ajang tingkat provinsi ini, siswa-siswi mulai tingkat SD hingga SMA akan mengikuti sejumlah cabang perlombaan di antaranya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), lomba kaligrafi dan lainnya.

Kakanwil Kemenag Aceh M Daud Pakeh mengatakan, berdasarkan tema yang diangkat dalam event tersebut, generasi milenial diharapkan ke depan memiliki pengetahuan yang cukup namun pemikirannya tidak terbelenggu. Mereka dituntut memahami tentang pentingnya keberagaman.

"Bagaimana memahami secara benar ajaran agama bahwa agama itu sendiri menuntun kita memahami keberagaman, menghargai sesama kita. Termasuk dalam Islam itu sendiri konteks amaliah kita ada yang berbeda-beda," kata Daud kepada wartawan usai acara.



Daud mencontohkan amaliah berbeda seperti salat Tarawih ada yang 8 rakaat dan ada juga yang salat 20 rakaat. Selain itu, khutbah Jumat ada yang muwalat dan sebagainya.

"Ini harus dipahami oleh anak-anak kita sehingga keberagaman dalam amaliah ini juga anak-anak harus saling memahami, tidak ada puritan yang mengklaim bahwa seperti inilah ibadah yang benar, tidak boleh. Dan guru agama harus memahami seperti itu," jelas Daud.



Menurutnya, generasi milenial harus memahami tentang keberagaman terlebih di Indonesia memiliki agama berbeda. Di dalam Islam, jelasnya, diajarkan bagaimana memahami perbedaan serta menghargai dan menghormati umat lain.

Selain itu, umat beragama lain juga diharapkan menghormati umat Islam. Daud menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama dan internal umat beragama.

"Bagaimana umat agama lain betul-betul damai hidup di tengah-tengah komunitas muslim di Aceh. Dan bagaimana umat yang bukan Islam harus menghargai umat Islam. Inilah yang harus dipahami," jelasnya.
(agse/ibh)