Bermodal Ganjil Genap, Anies Perangi Polusi Bertahap

Round-Up

Bermodal Ganjil Genap, Anies Perangi Polusi Bertahap

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Sep 2019 20:30 WIB
Perluasan Ganjil Genap di Jakarta. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Perluasan Ganjil Genap di Jakarta. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Sistem perluasan ganjil-genap sudah dua hari diberlakukan. Kendati salah satu tujuannya meningkatkan kualitas udara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan perubahan polusi udara ke arah lebih baik harus bertahap.

"Nah, dengan warga menggunakan kendaraan umum, maka harapannya setahap demi setahap tingkat polusi udara yang diakibatkan oleh emisi dari kendaraan pribadi berkurang dan angka emisi itu tidak bisa dilihat hanya dalam 1 hari, 2 hari, karena dinamis sekali," ucap Anies kepada wartawan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/9/2019).


Anies membandingkan Jakarta dengan kota-kota lain. Menurut Anies, ada kota-kota lain yang memiliki kualitas udara lebih buruk dari Jakarta.

"Kemarin saja, kita menyaksikan beberapa kota sangat jauh lebih tinggi polusinya dibandingkan Jakarta. Artinya, kita tidak melihat data jam per jamnya, tapi kita harus secara rata-rata terus-menerus meningkatkan jumlah penumpang kendaraan umum, mengurangi jumlah kendaraan pribadi," ucap Anies.

Menurut Anies, jika masyarakat konsisten menggunakan angkutan umum, kualitas udara akan membaik. "Kalau itu dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang insyaallah kualitas lingkungan hidup di Jakarta lebih baik, kemacetan pun berkurang," kata Anies.


Anies menyebut terjadi kenaikan pengguna transportasi umum karena penerapan perluasan sistem ganjil-genap. Menurutnya, jumlah pengguna TransJakarta dan transportasi lain menembus rekor.

"Yang menggunakan TransJakarta itu 892 ribu per hari kemarin. Artinya, hampir 900 ribu orang menggunakan TransJakarta. Ditambah dengan MRT berarti hampir 1 juta orang menggunakan kendaraan itu adalah sebuah rekor," ucap Anies.

Perluasan kawasan ganjil-genap diberlakukan di 25 ruas wilayah mulai Senin (9/9). Sistem ganjil-genap ini durasinya diperpanjang menjadi pukul 06.00-10.00 dan pukul 16.00-21.00 WIB. Para pengemudi yang melanggar akan dikenai sanksi denda Rp 500 ribu.

Selain itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga akan mengusulkan kepada Anies untuk menetapkan hari Rabu sebagai hari bebas kendaraan bermotor. Wacana itu muncul demi memperbaiki kondisi udara Jakarta.

"Kenapa demikian, karena kemacetan dan polusi udara Jakarta ini sudah sedemikian parahnya dan harus kita jadikan musuh bersama," kata Kadishub DKI Jakarta Syafrin Lupito, Jumat (6/9).

Syafrin mengatakan sebagian besar polusi udara di Jakarta saat ini disebabkan kendaraan. Dengan pengurangan kendaraan setiap Rabu, menurutnya, itu akan otomatis mengurangi polusi udara Jakarta.

Sebelumnya, pengamat tata kota Nirwono Yoga menilai sistem perluasan ganjil-genap bukan cara efektif untuk mengurangi angka kemacetan dan polusi udara. Terbukti, menurutnya, dari hasil kajiannya, tidak ada peralihan masyarakat ke angkutan umum secara signifikan.

"Secara umum perluasan ganjil-genap belum menunjukkan pengurangan kemacetan dan penurunan polusi udara secara signifikan," kata Nirwono kepada wartawan, Sabtu (7/9).


Dari adanya sistem ganjil-genap, Nirwono menilai masyarakat justru menyiasatinya dengan mengatur waktu bepergian. Bukan malah menaiki angkutan umum.

"Masyarakat sudah bisa menyiasati waktu berpergian dan tempat tujuan yang terkena ganjil-genap, bukan kemudian beralih menggunakan angkutan umum yang melewati kawasan tersebut," ucapnya. (idh/knv)