"Sebagai Ketua Korbid Pemenangan Pemilu wilayah Sumatera, saya mengundang rapat korbid seperti biasa. Tiba-tiba ada kebijakan baru bahwa rapat korbid yang mengundang adalah Sekjen. Jadi undangan saya tidak berlaku," kata Indra dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (10/9/2019).
Selain itu, dia menyebut dirinya tak diundang ke rapat korbid. Dia mengkritik Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra merasa kebijakan baru ini sangat aneh dan tidak masuk akal. Dia merasa tidak punya hak mengundang rapat sebagai ketua korbid.
"Ya kan aneh. Masak saya ketua korbid nggak diundang rapat korbidnya? Ada apa? Apa saya berbuat salah? Padahal korbid kita yang menyumbang kursi tambahan untuk DPR RI. Coba misalnya kita tidak menambah, tetap 17 kursi Sumatera, mungkin posisi Golkar jadi nomor 3," tuturnya.
"Partai Golkar bertambah amburadul. Teman-teman minta segera diadakan rapat pleno. Lalu dengan alasan harus ada rapat korbid dulu, disambung dengan rapat harian baru akan ada rapat pleno. Sangat aneh Partai Golkar jadinya," tandasnya. (fjp/van)











































