Dishub Siapkan Stiker Bebas Ganjil Genap untuk Mobil Penyandang Disabilitas

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 06 Sep 2019 19:28 WIB
Foto: Perluasan Ganjil Genap di Jakarta. (Pradita Utama-detikcom)

Meski begitu, jika stiker itu ditempel di kendaraan bukan berarti bebas dari pemeriksaan kepolisian. Polisi, kata Syafrin, masih tetap memeriksa untuk memastikan benar atau tidak mobil itu dikendarai oleh penyandang disabilitas.

"Jika stiker ternyata ditempel, dan ternyata di dalam tidak ada warga disabilitas, maka itu otomatis kena tilang. Pak polisi langsung eksekusi tilangnya," tegasnya.

Lalu, Syafrin juga mengatakan bagi pengendara disabilitas yang tidak mendaftar pembuatan stiker, mereka juga akan ditilang dan dikenai sanski seperti pelanggar pada umumnya.

"Begitu juga jika di dalam setiap di dalam kendaraan ada disabilitas, kemudian tidak ada stikernya, juga dianggap melanggar, karena dalam ketentuan ini sudah diberikan pengecualian, tetapi yang bersangkutan tidak ada prosedur yang harus dipenuhi untuk mendapatkan stiker," tuturnya.


Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meneken peraturan gubernur (pergub) tentang perluasan sistem ganjil-genap. Para pengemudi yang melanggar akan dikenai sanksi denda Rp 500 ribu.

"Sanksinya sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bahwa pelanggaran terhadap rambu lalu lintas itu dikenakan sanksi denda administrasi sebesar maksimal Rp 500 ribu," kata Syafrin.

(zap/idh)