Jokowi Didesak Segera Umumkan Hasil Penyelidikan TPF Kasus Munir

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 06 Sep 2019 17:41 WIB
Aksi Kamisan tahun 2017 lalu, saat mengenang 13 tahun kematian Munir Said Thalib (Azzahra-detikcom)
Jakarta - Koalisi Keadilan untuk Munir mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ke publik dokumen hasil penyelidikan tim pencari fakta (TPF) kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Hal itu mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 111 Tahun 2004 tentang Pembentukan Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir.

"Segera mengumumkan seluruh hasil penyelidikan tim pencari fakta kasus meninggalnya Munir kepada masyarakat sebagai bentuk amanat Kepres Nomor 111 tahun 2004 serta menindaklanjuti hingga tuntas," kata koordinator KontraS Yati Andriyani dalam konferensi pers di kantornya, Jl Kramat, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019).

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers '15 Tahun Terbunuhnya Aktivis HAM Munir'. Koalisi ini terdiri KontraS, Amnesty Internasional Indonesia, Imparsial, hingga LBH Jakarta.


Yati mengatakan sebenarnya pihaknya sudah pernah mengajukan permohonan agar pemerintah mengumumkan hasil TPF Munir. Alih-alih diumumkan, menurut Yeti, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) waktu itu malah mengatakan tidak menguasai dokumen TPF dan diperkuat dengan putusan Mahkamah Agung.

"Kemudian MA justru menguatkan banding yang disampaikan oleh Setneg bahwa memang dokumen itu tidak dikuasai oleh Kementerian Sekretariat Negara. Nah dalam konteks ini saya ingin menegaskan bahwa apapun keputusan dari MA terkait dengan permohonan tadi, kami ingin menegaskan bahwa putusan itu tidak menggugurkan, sekali lagi tidak menggugurkan kewajiban pemerintah untuk menyampaikan mempublikasikan dokumen TPF Munir kepada masyarakat," tutur Yati.

Koalisi Keadilan untuk Munir mendesak Presiden Jokowi mengumumkan dokumen TPF kasus pembunuhan MunirKoalisi Keadilan untuk Munir mendesak Presiden Jokowi mengumumkan dokumen TPF kasus pembunuhan Munir (Ibnu Hariyanto/detikcom)