Buruh Tuding DPRD Riau Berpihak Pada PT Musim Mas
Rabu, 26 Okt 2005 16:25 WIB
Pekanbaru - DPRD Riau tidak melibatkan para buruh saat melakukan dengar pendapat (hearing) dengan PT Musim Mas (sebelumnya ditulis PT Musi Mas). Salah satu hasil hearing menyetujui pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap 701 buruh PT Musim Mas. Buruh pun menuding DPRD telah berpihak pada PT Musi Mas. "Kami sudah mencoba untuk ikut, namun pihak DPRD Riau melarangnya. Hasil pertemuan itu sama sekali tidak memihak pada kami. Anehnya, dewan juga menyetujui sikap perusahaan yang mengeluarkan PHK sepihak terhadap 701 karyawannya," kata Sutarman, buruh PT Musi Mas.Sutarman bersama 701 buruh PT Musi Mas, hingga Rabu (26/10/2005), masih bertahan di tenda darurat di depan pagar Gedung DPRD Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru. Buruh yang memprotes syarat cuti haid dengan merogoh kemaluan itu, akan terus bertahan sampai ada keputusan tetap Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Tingkat Pusat (P4P)"Karena DPD Riau gagal memperjuangkan nasib buruh, makanya kami akan tetap bertahan di sini sampai ada keputusan tetap dari P4P Pusat. Kami kecewa selaku wakil rakyat tidak bisa memperjuangkan nasib kami," keluh Sutarman.Wakil Ketua DPRD Riau, Djuharman Arifin mengatakan, masalah buruh dengan PT Musi Mas sudah ditangani Komisi E DPRD Riau. Hasilnya, pihak perusahaan melakukan PHK dengan tetap membayar hak buruh."Kalau memang para karyawan menolak hasil kesepakatan dalam hearing, jelas itu merupakan hak karyawan sendiri. Kita tidak bisa memaksa mereka untuk mematuhi kesepakatan itu," kata Djuharman ketika dihubungi detikcom. Menyangkut maslaah kemah di depan gedung DPRD Riau, menurut Djuharman, DPRD sudah mengirim surat ke buruh untuk meninggalkan perkemahan mereka. Apalagi, awal pekan depan, DPRD Riau sendiri sudah libur. "Apabila mereka masih tetap bertahan, ya silahkan saja. Yang penting mereka tidak masuk ke gedung atau halaman DPRD Riau," kata politisi dari PAN itu. Muchtar Pakpahan ke RiauSementara itu, Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Muchtar Pakpahan mengatakan, SBSI masih mengumpulkan bahan-bahan tentang tuntutan buruh PT Musi Mas. "Saya belum punya bahan lengkap tentang apa yang terjadi pada buruh tersebut. Bila sudah terkumpulkan, sebagai bentuk solidaritas, saya akan berkunjung ke Riau untuk menemui buruh," katanya.
(iy/)











































