Menhan: Ada Kelompok Berafiliasi ISIS Serukan Jihad di Tanah Papua

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 05 Sep 2019 19:17 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi rapat bersama komisi I DPR bahas Papua (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan tugas TNI sebagai alat keamanan negara untuk keselamatan bangsa. Dia pun mempertanyakan adanya pihak-pihak yang meminta TNI ditarik dari Papua dan Papua Barat.

"Bila masuk sudah dalam ranah keselamatan bangsa, itu akan mengganggu keamanan negara, sehingga sudah jadi tugas TNI sebagai alat keamanan negara. Perlu kita ketahui, kalau TNI melaksanakan tugasnya, maka tak ada kompromi dan musuh negara harus dihancurkan," ujar Ryamizard saat pemaparan dalam rapat bersama Komisi I dan Menlu-Menkominfo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

"Masih segar ingatan saya, pernyataan dari Bu Mega pada tahun 2004, dia berkunjung ke Papua, 'satu kali TNI ditarik dari Papua, besok Papua merdeka'. Ini yang jadi acuan kita. Karena banyak sekali orang yang menyuruh-nyuruh tentara pulang, ini ada apa maksudnya?" sambung dia.



Ryamizard menjelaskan saat ini NKRI menghadapi 3 bentuk ancaman, yakni ancaman belum nyata, ancaman nyata dan sangat nyata. Ancaman-ancaman tersebut berupa ancaman terorisme dan radikalisme, pemberontakan separatisme, narkoba dan bencana alam hingga pelanggaran wilayah perbatasan.

"Ancaman nyata pada poin 1 sampai 4 akan berulang dan berulang terus. Ini harus jadi perhatian kita bersama. Dan ancaman ketiga yang paling berbahaya adalah ancaman mindset seluruh rakyat negara Indonesia yang berusaha memecah belah yakni ancaman terhadap Pancasila," kata Ryamizard.

"Segala bentuk ancaman pemisahan diri terhadap NKRI dan segala bentuk pemberontakan bersenjata sudah masuk dalam kategori ancaman terhadap pertahanan negara. Dengan pelibatan TNI sebagai komponen negara dan akan dihadapi mekanisme pertahanan semesta," sambung dia.