Bus Wisata Garut dan Cirebon Tarik Turis Luar Daerah

Isabelle Carinna Dewi - detikNews
Kamis, 05 Sep 2019 17:10 WIB
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Bus Wisata Pesona Garut (Sonagar) dan Cirebon Tourism on Bus (Citros) telah menjadi daya tarik sektor pariwisata Kabupaten Garut dan Kota Cirebon. Program Bus Wisata Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar tersebut dihadirkan untuk mendorong sektor pariwisata tiap daerah.

Program ini diluncurkan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Desember 2018 kemarin di 27 kabupaten/kota Jabar untuk mendukung pemakaian transportasi umum dan mendukung pariwisata lokal.

"Bus Wisata ini salah satu program unggulan Pak Gubernur dalam rangka menstimulasi gerakan menggunakan kendaraan umum. Secara semangat dan pesan moral, bahwa sebetulnya banyak yang bisa dilakukan di daerah masing-masing menggunakan Bus Wisata," ucap Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari dalam keterangan tertulis, Kamis (5/9/2019).


Menurut Ketua Organda Garut Yudi Nurcahyadi, antusiasme warga, khususnya para pelajar, terhadap Sonagar sangat tinggi sejak bus berwarna putih itu hadir di Kabupaten Garut.

"Dengan TK, PAUD, RA, dipaketkan edukasi dan wisata, permintaan banyak. Kalau siang untuk masyarakat umum, start Pendopo Garut finis ke Alun-Alun lagi," ucap Yudi.

Yudi berkata wisatawan dari luar Garut menggunakan Sonagar di hari libur. Rute yang dilewati Sonagar membawa penumpang menikmati tempat wisata pabrik Dodol Piknik, Sukaregang, hingga Museum Dinas Pariwisata Garut.

"Kami juga memberdayakan UKM, di ticketing itu include minuman khas Garut, Papa Lemon, jadi mendongkrak penjualan. Lalu satu unit itu bisa mempekerjakan enam orang mulai dari ticketing, sopir, dan kernet," jelas Yudi.

Untuk tiket, tambah Yudi, tiket anak-anak dijual seharga Rp 10 ribu plus minuman dan Rp 5 ribu tanpa minuman. Untuk tiket dewasa seharga Rp15 ribu plus minuman dan Rp 10 ribu tanpa minuman.

"Fasilitas (Sonagar) sudah kami lengkapi, jadi ada permintaan dari turis luar Garut, kalau bisa untuk karaoke. Jadi kami lengkapi dengan televisi di dalam. Sudah bisa karaoke, jadi lebih lengkap," tutur Yudi.

Di Kota Cirebon, kehadiran Citros juga mendorong kreativitas pengelola melalui tim yang dibentuk Organda. Sekjen Organda Cirebon Karsono mengatakan bahwa Citros memiliki lagu sendiri yang diciptakan oleh budayawan setempat.

"(Fasilitas) kami sudah komplet, standar bus. Kami juga ciptakan lagu Citros sendiri. Karena ini fasilitas wisata, kami berharap kunjungan wisata ke Kota Cirebon semakin tinggi," ucap Karsono.


Rute Citros berbeda dengan Sonagar. Dengan menaiki bus berwarna merah di Kota Udang, penumpang dapat mengunjungi Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Gua Sunyaragi, Balai Kota Cirebon, Gedung Negara hingga Pelabuhan Cirebon.

Selain itu, Karsono menjelaskan rute bisa berubah tergantung kondisi kemacetan. Rute lain yang kerap dilewati Citros adalah wisata belanja Jl. Cipto, menuju Jl. Kartini dan Jl. Siliwangi (Balai Kota dan Stasiun Kejaksan), lalu ke wilayah Pantai Kesenden atau kawasan Kota Tua di mana terdapat gedung-gedung tua dan bersejarah.

"Pertama launching belum bisa melayani turis, warga lokal antre panjang, juga melayani rombongan TK-SD. Baru-baru ini bisa melayani turis, warga lokal weekend saja. Banyak wisatawan dari luar kota, banyak ingin coba naik Citros," kata Karsono.

"Kapasitas 20 kursi. Tarif anak-anak Rp5 ribu, dewasa Rp10 ribu. Corak (bus wisata) mega mendung khas Cirebon. Semoga bisa dapat tambahan unit sehingga bisa dibagi destinasi wisatanya. Jadi ada khusus wisata kuliner, wisata batik, dan lainnya," tutup Karsono.

Pada tahap kedua di akhir tahun 2019, Pemdaprov Jabar dan Dinas Perhubungan Jabar akan meluncurkan 38 unit Bus Wisata dari dana APBD ke kabupaten/kota yang dipilih berdasarkan seleksi bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar.

Kehadiran Bus Wisata tak hanya menghibur turis dan warga lokal, tapi juga menimbulkan multiplier effect. Hadirnya Bus Wisata terasa dalam pemberdayaan UKM dan karyawan bus mulai sopir hingga kernet.


Saksikan video "Posko Mudik diNagreg Bentuknya Mirip 'Bus Wisata'":

[Gambas:Video 20detik]




(ega/ega)