detikNews
2019/09/05 11:34:29 WIB

Walkot Sabang Minta Pulau Rubiah Dikeluarkan dari Kawasan Konservasi

Agus Setyadi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Walkot Sabang Minta Pulau Rubiah Dikeluarkan dari Kawasan Konservasi Foto: Wali Kota Sabang Nazaruddin (Agus-detik)
Banda Aceh - Kondisi situs karantina haji termewah di zaman Belanda yang terletak di Pulau Rubiah, Sabang kini memprihatinkan. Wali Kota Sabang Nazaruddin mengaku pemugaran situs tersebut terkendala karena kawasan itu masuk dalam zona konservasi.

"Kita sedikit punya kendala yang mungkin sekarang ini sedang kita bermohon karena kawasan Pulau Rubiah itu masuk dalam kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) yang dilindungi. Jadi kita tidak boleh membenah, membuat sesuatu tanpa izin dari mereka," kata Nazaruddin kepada wartawan, Kamis (5/9/2019).

Nazaruddin mengaku sudah menandatangani surat agar Pulau Rubiah dikeluarkan dari zona konservasi. Selain itu, dia juga memohon agar kawasan tersebut dapat dikeluarkan untuk memudahkan pemugaran situs karantina haji.



"Saya pikir coba nanti kita bekerja sama dengan provinsi dan pihak terkait lainnya agar (Pulau Rubiah) bisa dikeluarkan dari zona tersebut," jelas Nazaruddin.

"Saya mohon dan sudah memberitahu bapak gubernur agar itu dikeluarkan dari zona konservasi. Kalau belum keluar dari zona konservasi kita gak berani, nanti akan bermasalah dengan hukum. Itu pasti," bebernya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com